Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Semakin Menantang! Inilah 9 Kompetensi yang Perlu Dikuasai oleh Pembelajar Abad 21

semakin-menantang-inilah-9-kompetensi-yang-perlu-dikuasai-oleh-pembelajar-abad-21-ozyalandika
9 Kompetensi yang Perlu Dikuasai oleh Pembelajar Abad 21. Dok. Ozyalandika.com/diolah dari canva

Dunia berubah! Ya, kita semua mulai sadar akan hal itu. Situasi dan kondisi negeri saat ini seakan mengajak tiap-tiap diri untuk terus memperbaharui kompetensi di berbagai bidang kehidupan. Pada intinya, generasi hari ini sangat jauh berbeda dengan generasi ketika kita masih kecil.

Dulu, barangkali masih banyak dari kita yang sering melakukan aktivitas seperti mandi di sungai, memancing ikan di sungai, minta jambu biji ke ladang orang, hingga main kelereng di halaman rumah. Tapi, hari ini, apakah masih ada?

Mungkin masih ada. Tapi, hanya ada di desa-desa yang cukup terpencil dan jauh dari kesibukan kota. Selebihnya, kebanyakan anak-anak hari ini lebih akrab dengan dunia digital daripada dunia konvensial di masa kita dulu.

Anak yang di sana, sibuk main game online menggunakan android. Anak yang di sebelahnya, sibuk rebahan sembari streaming Netflix. Sedangkan anak yang di sini? Sibuk mengunggah video karena telah menanamkan cita-cita untuk menjadi vlogger.

Syahdan, di manakah posisi kita hari ini? Apakah kita masih enggan untuk pedekate dengan dunia digital? Menimbang dan membayangkan keadaan di abad 21 ini, rasanya kita sebagai pembelajar perlu meningkatkan kompetensi.

Mengapa saya sebut “pembelajar”? Alasannya sederhana, karena sejatinya manusia itu adalah pembelajar sepanjang hayat. Selagi kita masih bernafas, selagi itu pula kita perlu terus belajar agar mampu beradaptasi dengan perubahan dunia ke depannya.

Baiklah, dalam kesempatan kali ini, saya akan mengulas kompetensi yang perlu kita kuasai di abad 21 ini. Materi ini adalah hasil pengembangan dari webinar pendidikan yang saya ikuti seminggu yang lalu. Setidaknya, ada 9 item kemampuan yang perlu kita asah. Yok, disimak:

1. Thinking Skill dan Problem Solving

semakin-menantang-inilah-9-kompetensi-yang-perlu-dikuasai-oleh-pembelajar-abad-21-ozyalandika1
Thinking Skill dan Problem Solving. Dok. Ozyalandika/diolah dari canva

Keterampilan pertama yang perlu dikuasai oleh seorang pembelajar abad 21 adalah keterampilan berpikir dan kemampuan dalam menuntaskan masalah. Kompetensi ini sengaja kita racik dalam satu paket.

Sebegitu pentingkah keterampilan pikir di abad 21? Saya kira, sangat penting. Beberapa tahun terakhir, kita, terutama dari sisi pelajar cukup kesusahan untuk bersaing dengan negara tetangga.

Hal ini dibuktikan dengan rendahnya skor PISA anak-anak bangsa yang telah rilis akhir tahun 2019. Pelajar Bumi Pertiwi menempati peringkat bawah dengan skor PISA di bawah rata-rata skor negara peserta.

skor-pisa-2018-ozyalandika
Skor PISA 2018. Diolah dari oecd.org

Ketika kita tilik lebih jauh, sejatinya salah satu penyebab rendahnya nilai PISA adalah kurang maksimalnya kompetensi Thinking Skill dan Problem Solving.

Sebagaimana sistem pembelajaran yang sudah kita alami beberapa tahun terakhir, kecenderungan materi ajar kita masih bersifat hafalan dan sekadar memahami sebuah teori. Belum sampai ke tingkat analisa, evaluasi, maupun sintesa.

Gara-gara ini, otomatis tiap-tiap pembelajar akan kesusahan jika harus mendapatkan masalah atau fenomena di lapangan yang berbeda dengan teori. Dengan demikian, kemampuan berpikir dan penuntasan masalah perlu kita tingkatkan.

2. Berpikir Kritis dan Sistematis

semakin-menantang-inilah-9-kompetensi-yang-perlu-dikuasai-oleh-pembelajar-abad-21-ozyalandika2
Berpikir Kritis dan Sistematis. Dok. Ozyalandika.com/diolah dari canva

Kompetensi kedua yang perlu dimiliki oleh para pembelajar di abad 21 adalah kompetensi berpikir kritis dan sistematis. Tidak berbeda jauh dengan poin pertama, dua kompetensi ini adalah satu kesatuan keterampilan yang berhubungan erat satu sama lain.

Sikap berpikir kritis akan memudahkan para pembelajar untuk memahami sebuah gejala sosial yang berbeda dengan teori. Dari sana, akan hadirlah berbagai jalan solutif untuk bersikap bijak terhadap sebuah gejala yang mungkin tidak biasa.

Meski demikian, untuk bisa mencapai tingkat berpikir kritis, agaknya penataan pikir tiap-tiap pembelajar harus diasah secara bersistem. Sederhananya, ada proses yang perlu dilalui mulai dari tahap berpikir tingkat rendah menuju tahap berpikir tingkat tinggi.

Kalau desain pikir dalam prosesnya biasa diasah secara sistematis, maka kita akan melalui sebuah proses sekaligus mendapat pengalaman pembelajaran yang berharga. Terlebih lagi pembelajaran kehidupan. Toh, hal ini sangat berharga demi meningkatkan derajat kebijaksanaan.

3. Kemampuan Mengidentifikasi, Merumuskan, dan Menyelesaikan Masalah

semakin-menantang-inilah-9-kompetensi-yang-perlu-dikuasai-oleh-pembelajar-abad-21-ozyalandika3
Identifikasi, perumusan, dan penyelesaian masalah. Dok. Ozyalandika.com/diolah dari canva

Identifikasi, perumusan, dan penyelesaian masalah. Lha, kok ini kayak susunan skripsi, ya? Hahaha. Woles, Gaiss.

Begitulah kira-kira kenyataannya. Masalah dan tantangan di abad 21 semakin rumit dan kompleks sehingga butuh cara penyelesai yang juga cukup kompleks bin terarah.

Terkadang, fenomena yang terjadi di lapangan hari ini begitu memusingkan kepala kita. Contoh dekatnya, lihat saja bagaimana perubahan perilaku yang tampak dari anak-anak, guru, hingga orang tua dalam menyikapi Pembelajaran Jarak Jauh.

Ada yang bosan, ada yang kesal, ada yang semangat, bahkan ada pula yang tak peduli. Keragaman sikap ini tentu merupakan masalah yang cukup kompleks, kan? Dengan demikian, kebijakan yang lahir baik dari diri sendiri maupun pemerintah butuh analisa dan rumusan yang mendalam.

Maka dari itu, mulai saat ini para pembelajar perlu terus terbiasa untuk menyikapi fenomena dengan terlebih dahulu melakukan idenfitikasi, perumusan, hingga jalan penyelesai.

4. Kreativitas dan Pemantapan Rasa Keingintahuan

semakin-menantang-inilah-9-kompetensi-yang-perlu-dikuasai-oleh-pembelajar-abad-21-ozyalandika4
Kreativitas dan Pemantapan Rasa Keingintahuan. Dok. Ozyalandika.com/diolah dari canva

Kreatif kok tidak pernah ketinggalan? Pastinya. Siapapun pembelajarnya harus kreatif untuk menghasilkan sesuatu yang baru sembari beradptasi dengan kondisi yang ada. Kreatif sesungguhnya susah-susah gampang karena melibatkan proses mental.

Dalam artian, dibutuhkan keberanian, keseriusan, serta kemantapan proses untuk mendulang sebuah gagasan maupun anggitan baru. Lebih jauh, buah dari kreativitas biasanya dibuktikan dengan hasil karya yang bernilai dan bisa dianggap “pantas”.

Berarti copy-paste bukan usaha kreatif, kan? Tentu saja, penjiplakan tidak menghasilkan sesuatu yang baru, juga tidak bisa kita sebut “pantas”.

Meski begitu adanya, kreativitas tidak bisa hadir dengan sendirinya. Untuk menjadi sosok yang kreatif, kita sebagai pembelajar perlu memantapkan dan menyelami rasa ingin tahu ke tahap yang lebih serius.

Bukankah rasa ingin tahu adalah awal untuk kita menyeriusi sesuatu? Begitulah. Kalau diri sudah serius, baik dalam hal belajar maupun bekerja, biasanya akan ada usaha untuk mendalami, mengolah, serta menganalisa sebuah gagasan untuk kemudian diciptakan gagasan yang baru.

Di abad 21, kreativitas akan berhadapan langsung dengan pergolakan dunia digital yang sangat cepat. Dengan demikian, semoga saja kreativitas yang dihasilkan oleh pembelajar adalah sebuah kepantasan, ya.

5. Kemampuan Mengelola Informasi dan Media

semakin-menantang-inilah-9-kompetensi-yang-perlu-dikuasai-oleh-pembelajar-abad-21-ozyalandika5
Kemampuan Mengelola Informasi dan Media. Dok. Ozyalandika.com/diolah dari canva

Menjadi seorang pembelajar itu sebisa mungkin jangan sampai gagap terhadap teknologi. Apalagi ketika kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh para pencari dan penebar ilmu selalu berdampingan dengan dunia digital, maka mau tidak mau, kita perlu meningkatkan kompetensi.

Permasalahannya hari ini, mungkin sebagian dari kita suka terbentur oleh niat dan “rasa nyaman”.

Karena ada cara yang lebih gampang dan konvensional, dipilihlah cara itu. Karena ada yang lebih muda, maka disilakan kepada mereka yang lebih muda untuk terus memperbaharui kompetensi digital.

Kalau begitu adanya, bukankah mereka yang setengah hati berjuang akan tertinggal, bahkan tidak “dipakai” lagi?

Baca Juga: Naik Kereta Cepat Pendidikan

Demi menghindari ketertinggalan ini, tiap-tiap pembelajar perlu meningkatkan kemampuan mengelola informasi dan media, terutama yang berhubungan langsung dengan dunia digital.

Terang saja, informasi yang bertebaran hari ini sangat cepat, juga dengan media yang modern. Dalam mengelolanya, kita perlu bijak dan sering-sering memverifikasi kebenaran sebuah informasi.

6. Kemampuan Berkomunikasi

semakin-menantang-inilah-9-kompetensi-yang-perlu-dikuasai-oleh-pembelajar-abad-21-ozyalandika6
Kemampuan Berkomunikasi. Dok. Ozyalandika.com/diolah dari canva

Sebagai salah satu soft skills, kemampuan berkomunikasi akan sangat penting dalam menunjang kesuksesan seorang pembelajar, baik di dunia sekolah maupun di dunia pekerjaan. Kemantapan berkomunikasi akan berpengaruh besar dalam meningkatkan derajat pemahaman seseorang.

Secara, materi keilmuan maupun pesan-pesan yang kita sampaikan kepada orang lain utamanya cukup banyak yang menggunakan perantara media komunikasi. Dan, permasalahannya adalah, belum tentu orang-orang yang ingin kita beritahu itu mengerti dan paham tentang apa yang kita sampaikan.

Maka dari itulah, di abad 21 ini tuntutan kemampuan berkomunikasi perlu terus diasah dan dibiasakan. Seperti halnya moderator hari ini dan moderator tahun kemarin. Di era pandemi, peran moderator sedikit teradaptasi gara-gara harus berkomunikasi secara virtual.

Kalau diri tidak mau beradaptasi, ya, mungkin akan dicarikan moderator lain yang lebih bisa dan lebih berkompeten.

7. Kemampuan Interpersonal dan Kolaboratif

semakin-menantang-inilah-9-kompetensi-yang-perlu-dikuasai-oleh-pembelajar-abad-21-ozyalandika7
Kemampuan Interpersonal dan Kolaboratif. Dok. Ozyalandika.com/diolah dari canva

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, sejatinya kemampuan interpersonal masih berhubungan dengan komunikasi. Meski demikian, kemampuan ini lebih detail daripada sekadar berbicara kepada orang lain.

Ya, kemampuan interpersonal lebih mengarah kepada tindakan, komunikasi verbal maupun non-verbal, kemampuan mengambil keputusan, hingga kemampuan membawa orang lain.

Secara tidak langsung, kemampuan interpersonal yang hebat akan memudahkan kita untuk memengaruhi orang lain (dalam artian yang positif, ya).

Mengapa pembelajar abad 21 perlu menguasai kemampuan interpersonal? Alasannya jelas, karena di dunia serba canggih seperti hari ini, banyak orang lebih mementingkan kebagusan sikap dan empati daripada nilai maupun ijazah.

Tambah lagi, dengan berbagai tuntutan yang ada, seorang pembelajar juga perlu meningkatkan kemampuan berkolaborasi. Memang ada beberapa kegiatan yang perlu diselesaikan sendiri, tapi, tidak sedikit pula kegiatan di abad 21 yang menuntut diri untuk maksimal berkolaborasi.

8. Pembawaan Diri

semakin-menantang-inilah-9-kompetensi-yang-perlu-dikuasai-oleh-pembelajar-abad-21-ozyalandika8
Pembawaan Diri. Dok. Ozyalandika.com/diolah dari canva

Apakah di era digital hari ini, pembawaan diri masih tergolong penting? Tentu saja, sangat penting malahan. Pembawaan diri berhubungan erat dengan bagaimana kita bisa menempatkan diri pada situasi tertentu.

Konteks perilaku yang mewujudkan pembawaan diri biasanya cukup kompleks karena harus menyesuaikan dengan siapa lawan bicara dan di mana kita sedang berada.

Misalnya, saat berhadapan dengan pelanggan, seorang pebisnis perlu mengedepankan empati, murah senyum, serta menyetel penampilannya.

Saat sedang berhadapan dengan guru, seorang pembelajar perlu mengedepankan adab dan menghindari ucapan “ceplas-ceplos” yang kurang sopan. Selain itu, posisi berjalan kita juga harus lebih “rendah” alias menghormati sang guru.

Lebih dari itu, saat kita berada di lingkungan masyarakat juga demikian. Apapun profesi kita, kita sebisa mungkin berupaya untuk menghormati profesi warga lain dengan tidak merendahkan profesi kita sendiri. Dengan demikian, kesan orang terhadap kita akan lebih baik dan tertata.

Kemampuan membawa diri agaknya melibatkan adaptasi yang inten terhadap berbagai situasi. Termasuklah di abad 21 ini. Karena pembawaan diri adalah soft skills, maka semakin pembelajar bisa membawa diri, semakin besarlah jalan baginya untuk bisa “dipakai” orang.

9. Tanggung Jawab Diri dan Sosial

semakin-menantang-inilah-9-kompetensi-yang-perlu-dikuasai-oleh-pembelajar-abad-21-ozyalandika9
Tanggung Jawab Diri dan Sosial. Dok. Ozyalandika.com/diolah dari canva

Terakhir, kita harus berkisah tentang tanggung jawab diri dan tanggung jawab sosial. Rasanya, di era apapun kita berada, tanggung jawab itu tetap dan selalu penting. Seorang pembelajar yang bertanggungjawab sudah pasti akan mendulang kepercayaan tinggi dari orang lain.

Hanya saja, untuk meningkatkan kredibilitas diri yang bertanggungjawab, kita perlu membiasakan perilaku yang berhubungan erat dengan tanggung jawab. Dimulai dari diri sendiri dahulu, kemudian libatkan pula diri kita dalam rangka mewujudkan tanggung jawab sosial.

Dalam sektor maupun bidang-bidang pekerjaan apapun, tanggung jawab mencerminkan sebuah kualitas diri maupun lembaga. Tanggung jawab juga berhubungan dengan etika sehingga semakin terlindungilah kepercayaan yang orang lain titipkan.

Saya yakin dan percaya bahwa, di era 21, orang-orang yang punya tanggung jawab akan mendapat tempatnya baik di hati keluarga maupun masyarakat pada umumnya.

Alhasil, untuk mencapai 9 kompetensi ini lagi-lagi saya harus menyebut diri kita semua sebagai seorang pembelajar. Artinya, kita harus terus belajar untuk memperbaharui kompetensi demi meningkatkan kualitas hidup ke arah yang lebih baik.

Salam.
Ditulis oleh Ozy V. Alandika

10 komentar untuk "Semakin Menantang! Inilah 9 Kompetensi yang Perlu Dikuasai oleh Pembelajar Abad 21"

  1. Wah keren ini ulasannya..
    Yup, selamanya kita adalah pembelajar, kapanpun itu.
    Terimakasih artikelnya bang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahsiyyap. Makasih mbak telah hadir di sini😀

      Hapus
  2. Mantap ulasannya dan termasuk baru bagi saya. Saya izin share dan kutip nggih untuk bahan artikel. Salam kenal dan salam sukses selalu, Mampir ke blog saya pak.
    https://hariyanto17.blogspot.com/2020/11/dalam-takbir-aku-tenggellam-larut-ke.html kita saling kunjung.....saya juga ingin belajar dari blog ini. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahsiyyap, silakan Pak.
      Dan terima kasih atas hadirnya.
      Segera otewe. Salam kenal juga dari Curup😀

      Hapus
  3. Salam kenal Pak Ozy. Website Anda bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal, Pak Susanto. Terima kasih atas hadirnya Pak 😊

      Hapus