Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Tangisan Tak Akan Mengembalikan

tangisan-tak-akan-mengembalikan
Tangisan Tak Akan Mengembalikan. Foto: Pixabay

Hanya bisa tertawa. Lihatlah mereka. Menggandeng kekasihnya dengan bangga. Memamerkan dengan penuh suka cita. Tidak! Apa yang mereka banggakan! Apa yang mereka senyumkan.

Di sini, di titik sendu ini. Lily yang sudah layu berdiri mengikuti arah mata angin. Tertunduk, menatap tangan yang sudah keriput tak lagi seindah dulu. Turun air matanya, tak sanggup lagi berkata.

Dia saja bingung, apa yang ditunggunya. Seorang yang ditunggunya, sibuk dengan dunianya.

Dia saja bingung, apa yang sedang diharapkannya. Seorang yang diharapkan Sedang becanda gurau dengan kehidupannya.

Dia saja bingung, apa yang ditangisinya. Sedang orang yang ditangisi, tak perduli dengan keberadaannya.

Ha ha, hanya bisa tertawa dan tertawa. Apa yang harus ditangisi. Tangisan tak akan mengembalikan.

Ingin rasanya memeluk kembali tubuh itu, kata batinnya. Di mana saat kecil mendengar teriakannya memanggil " I ~Ibu" Di mana saat berjalan dia menangis dan memeluk diri tatkala jatuh.

Apa yang harus ditangisi, tangisan tak dapat menghilangkan kerinduan. Ingin rasanya menyuapkan sesuap nasi, dan mendengarkan bibir mungilnya mengoceh "Ibu, sudah, aku kenyang."

Miris hati ini. Dia sudah sukses. Dia sudah berdiri di kehidupannya. Dia tak lagi memedulikan. Sekarang hanya tinggal Hati menangis bersama kesendirian yang mengkalutkan.

Puisi Karya: Khairia Nurlita.

Posting Komentar untuk "Puisi - Tangisan Tak Akan Mengembalikan"