Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Mengeluh Kepada Cermin Usang

mengeluh-kepada-cermin-usang
Mengeluh Kepada Cermin Usang. Foto: Pexels

Duduk di hadapan cermin usang, mengoceh tak tentu arah apa yang dikatakan. Melihat pantulan diri yang tak indah dipandang mata. Meratapi nasib menghadapi segala hinaan yang menimpa.

Bukan berdoa kepada Sang Pencipta, Tapi malah keluhan yang terlontar dari mulut sang pendosa. "Mengapa Tuhan tak adil dengan semua masalah yang menimpa!" Menjadikan siapapun yang melihatnya akan melemparkan tatapan menjijikkan.

Tidakkan diri sadar? Bukan Tuhan yang sedang tak adil. Tapi karena memang diri yang menentukan jalan garis tangan takdir. Tuhan berikan dua jalan penuntun, teruntuk seluruh insan semesta ini.

Tapi diri memilih takdir yang menyesatkan, tidakkah tersadar?

Jika saja hari ini, Tuhan berikan sebuah layar film tentang masa lalu. Atau bahkan ada keajaiban tentang benar adanya pintu ke mana saja milik Doraemon. Niscaya kau akan menjadi orang yang paling tak bersyukur di seluruh alam ini.

Puisi Karya: Khairia Nurlita.

Posting Komentar untuk "Puisi - Mengeluh Kepada Cermin Usang"