Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Ketika Langit Telah Memanggil untuk Kembali

puisi-ketika-langit-telah-memanggil-untuk-kembali
Ketika langit Telah Memanggil untuk Kembali. Foto: Free-Photos by Pixabay

Ketika langit telah memanggil untuk kembali, jiwa akan segera patuh. Langit telah mengabarkan kepada diri bahwa jasad telah sampai usia. 

Tak bisa maju. Tak bisa mundur. Tanpa menyala rambu-rambu pinggir jalan, utusan langit akan datang tepat pada waktunya. 

Beruntunglah ketika jasad sudah siap menaiki kereta kencana. Beruntung pula bila usia akan berpisah dalam naungan induknya hari. 

Adalah kebahagiaan yang telah tersurat dalam kalam. Nyaman berbaring di tanah. Terpesona memandang langit. Tak sabar menanti janji di hari kemudian. 

Tapi, apakah jasad selalu siap? 

Ketika langit memanggil untuk kembali, segenap raga harus siap. Segenap hati memancarkan ketulusan. Ikhlas dalam doa. 

Semoga diizinkan untuk bersinggahsana di tempat yang terpuji. Semoga penduduk langit menyambut dengan sepenuhnya bahagia.

Salam.
Ditulis oleh Ozy V. Alandika 

10 komentar untuk "Puisi - Ketika Langit Telah Memanggil untuk Kembali"