Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Engkau Merindu Sebagaimana Aku Mencinta

Engkau Merindu Sebagaimana Aku Mencinta-ozyalandika
Engkau Merindu Sebagaimana Aku Mencinta. Dok.Ozyalandika.com/canva

Suatu hari mangga ingin bercerita. Dirinya yang mentah dan bergetah ingin segera ranum. Aku enggan berujar, karena bukan ajunku mendahului pemetik rindu.

Keesokan harinya anggur ingin berkisah. Dirinya yang tak berbatang ingin segera tumbuh lebih tinggi menembus khayal. Aku enggan memungkasi, karena tak ada dayaku mendaki tingginya rindu.

Esok lusa setangkai mawar merah juga ingin bernarasi. Sang mawar yang memesona ingin segera melepas duri-duri rindu agar tak berkecambah. Lagi-lagi aku menolak. Rindu mawar tak sembarang orang bisa memetiknya.

Bagaimanakah dengan dirimu?

Entah engkau merindu sebagai mangga, aku tetap hadir sebagaimana aku mencinta. Entah engkau merindu sebagai anggur, aku tetap berdiri di sebelah sebagai penopang tegaknya khayalmu.

Pun demikian. Ketika engkau tak betah merindu sebagai setangkai mawar, aku tetaplah sebagaimana aku mencinta.

Kerinduan nyatamu adalah sebagaimana aku cinta. Kerinduan khayalmu ialah sesungguhnya aku lebih cinta. Silakan engkau merindu sebagaimana aku mencinta.

Salam.
Ditulis oleh Ozy V. Alandika

12 komentar untuk "Puisi - Engkau Merindu Sebagaimana Aku Mencinta"

  1. Selamat ya Bang, udah mulai di tumbuhi iklan blog nya😂👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak iklan tau2 bulan depan lamaran 😂

      Hapus
    2. Makasih, Pak War. Moga masih betah🤭🤫🤭

      Hapus
    3. Buru buru amat kalo bulan depan, Bu🤭

      Hapus
  2. Satu pria dihinggapi banyak cinta, dialah Ozy Alandika 🤭✌️🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahayy. Komentar Bu Yana buat rinduku makin menggelora🤭

      Hapus
  3. Wow .... Mantap, ananda ozy. Rupiah sudah mulai nongol.

    BalasHapus
  4. Wah dah rame aja nih yang komen 😅 jangan galau Mulu bang 😆

    BalasHapus