Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Bunga yang Terlupakan

bunga-yang-terlupakan
Bunga yang Terlupakan. Foto: Pixabay

Sesejuk embun pagi
Aku berdiri di
taman
Taman yang indah
Berbau harum semerbak

Di taman itu
Bunga tumbu
h mekar
Men
yejukkan suasana
Namun apabila bunga
gugur tak berguna
Tak satupun ingin menyentuhnya

Taman yang indah
Bunga
-bunga tumbuh
Mekar  ta
npa batas
Engkau sinarkan keindahan
Engkau taburkan wangian yang memikat kalbu

Namun saat masa berganti
Saat mekar berubah layu
Saat kumbang pergi menjauh
Kau tersampingkan
Kau terlupakan

Di tepi taman
Jiwaku bagaikan tertusuk duri
Hatiku bagaikan terjebak di
ranjau
Air mataku mengalir
Seperti hujan turun di lautan  

Di sana
Terlihat seorang kakek
Menjual seikat bunga
Bunga yang memesona
Kepalanya ditutupi baret
Bajunya lusuh termakan waktu
Tapi bermak
na bagi kejayaan Negara

Sang kakek bukanlah insan biasa
Rupanya mem
ang tak sempurna
Raganya tak sekuat baja
Tapi semangatnya bagian api membara
Dirinya berkorban demi kebebasa
n Negara
Dirinya berjuang tanpa diketahui

Saat ini
Hatiku begitu pilu
Melihat sang bunga bangsa
Duduk menunggu
Kasih dari orang lain

Hati kecilku berkata
Inikah dinamakan menghargai sang pahlawan
Membiarkannya menun
ggu sebuah kasih

Hatiku berkata
Bagaimana bisa
Aku hidup bahagia di tanah perjuangan
Sedangkan sang pejuang
Terus berjuang mencari sesuap nasi

Puisi Karya: Mawar Sartika

Posting Komentar untuk "Puisi - Bunga yang Terlupakan"