Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Pemuda yang Disambut oleh Kunang-Kunang Kerinduan

Pemuda yang Disambut oleh Kunang-Kunang Kerinduan
Pemuda yang Disambut oleh Kunang-Kunang Kerinduan. Foto diolah dari Pixabay

Alkisah remang-remang cahaya berkilauan, dari sudut pondok itu. Rapuh tangga berlubang dinding, bertanya dari mana kehangatan didapat kala itu.

Bunyi kentungan terdengar jelas malam pun tiba, banyak insan terbaring lemah tak berdaya. Di atas tikar berhias lentera, jauh berbanding dengan mereka yang di kota.

Saban fase berlalu beriring waktu menentu. Kenaifan datang membawa seiring penuntun kehidupan berputar. Tiada sangka, lentera terganti cahaya berkilau dari wajah pemuda itu. Datang dengan senyuman mengingat fase yang berlalu.

Tak ada yang menyangka akan gubuk itu, kunang-kunang menyambutnya dengan penuh kerinduan.

Disihirnya pondok tua, menjadi istana putri raja. Di ucapkan mantra pengubah lentera, menjadi jutaan bintang yang bersinar. Dan ditempelnya kata-kata, di antara bunga bunga berwarna di halaman.

"Suksesku telah terwujud, terubah alur hidupku dengan jutaan keharuan. Perjuanganku telah termaktub, di antara goresan goresan hati di kastil tua."

Puisi Karya: Khairia Nurlita

Posting Komentar untuk "Puisi - Pemuda yang Disambut oleh Kunang-Kunang Kerinduan"