Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kapan PJJ Berakhir?

kapan-pjj-berakhir-ozyalandika
Kapan PJJ Berakhir? Dok. Ozyalandika.com

Kalau boleh menghitung, rasanya sudah 9 bulan kita berjuang menjadi seorang pembelajar di tengah pandemi. Suasana baru terlihat cukup kompleks, menantang dan rumit baik bagi seorang guru, siswa, hingga orang tua.

Terang saja, seiring dengan semakin gencarnya tuntutan adaptasi Pembelajaran Jarak Jauh, masing-masing relung pikir dituntut untuk ber-critical thinking sembari mencari penyelesai dari masalah pembelajaran yang ada.

Memangnya masalah PJJ banyak? Tergantung, tergantung dengan pribadi, kondisi, serta faktor geografis yang ada.

Terkadang PJJ itu tidak rumit dan menyusahkan, tapi ketika siswa senantiasa menumpuk tugas, akhirnya viral-lah kebosanan dan keluhan atas tugas yang maha berat.

Terkadang, dalam gelaran PJJ sinyal internet sudah mendukung, tapi ketika gurunya sekadar memindahkan materi cetak via aplikasi digital, akhirnya siswa jadi malas bahkan enggan menaruh hati dengan pembelajaran.

Terkadang juga, banyak guru dan siswa begitu menanti-nanti kapan daerahnya bisa menggelar PJJ. Tapi, karena di daerahnya belum ada dukungan sinyal, harapan pelaksanaan PJJ jadi buram sehingga mereka lebih fokus kepada pembelajaran luring.

Dilihat dari berbagai aspek, sejatinya PJJ telah membuka tabir alias hijab wajah pendidikan kita. Yang selama ini pemerintah tahu bahwa sistem pendidikan berjalan sesuai kebijakan, sekarang malah tampak di mana kesenjangan dan perbaikan yang masuk dalam skala prioritas.

Baca juga: Ini 9 Kompetensi yang Penting Bagi Guru

Lagi-lagi ini adalah imbas dari digelarnya PJJ. PJJ seakan mengajarkan kepada kita semua untuk sering-sering memetik hikmah hingga kemudian membuka kedua mata demi percepatan pembenahan kesulitan proses belajar-mengajar di lapangan.

Hanya saja, dikembalikan lagi kepada faktor empati diri, masyarakat, hingga pemerintah. Dengan terbukanya tabir wajah pendidikan di Bumi Pertiwi, apakah masing-masing pelaku dan stakeholder pendidikan semakin terpacu untuk berbenah? Atau, malah adem ayem saja!

Syahdan, dengan berjubelnya keluh kesah dan permasalahan yang ada, tidak sedikit publik yang ingin agar sekolah segera dibuka, KBM segera digelar secara tatap muka.

Kita bisa lihat bagaimana komentar warganet di instagram-nya Mas Mendikbud. Kalimat-kalimat yang ada kebanyakan berupa pertanyaan, “Mas Nadiem, kapan sekolah dibuka, siswa sudah bosan!”

Pun demikian dengan tutur siswa maupun kebanyakan guru di Bumi Pertiwi. Tidak yang di pusat maupun yang di daerah, keduanya sama saja. mayoritas dari kita menginginkan agar sekolah segera dibuka dan PJJ diganti dengan pembelajaran tatap muka.

Lalu, bagaimana dengan Anda? Anda setuju? Rasanya kita juga demikian. Dilihat dari sisi manapun, pembelajaran tatap muka memiliki tingkat efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan PJJ.

Bahkan, jangankan kita sebagai pelaku pendidikan di lapangan. Dirjen PAUD Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Jumeri pun berusaha untuk memotivasi sekolah zona hijau dan kuning untuk membuka sekolah.

Dikutip dari KOMPAS, Jumeri menerangkan bahwa pihaknya merasa kasihan karena anak-anak sudah terlalu lama di rumah. Kecenderungan kekerasan akan meningkat, begitu pula dengan resiko negatif lainnya.

Kapan PJJ Berakhir?

Ketika ditanyakan kapan PJJ berakhir, maka jawabnya sudah pasti tidak ada orang yang bisa memastikan. Bahkan, masih mengutip tuturan sang Dirjen PAUD, pihak Kemendikbud sendiri tak memasang target kapan PJJ bisa segera diganti dengan pembelajaran tatap muka.

Jika kita pikir-pikir lagi, situasi pandemi saat ini mengajak kita untuk realistis, sih. Aspek kesehatan dan keamanan siswa tetap menjadi prioritas. Kegiatan belajar-mengajar memang wajib, tapi ketika disandingkan dengan kesehatan, maka sehat dan aman lebih diutamakan.

Kalau kita berkaca pada situasi saat ini, hilangnya pandemi dari negeri akan secara otomatis membuat PJJ juga berakhir. Seiring dengan amannya negeri dari wabah, kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka akan kembali dibuka dengan sukacita.

Hanya saja, kalau kita juga melirik ke era digitalisasi pendidikan sekaligus revolusi industri 4.0, bukankah PJJ tetap bisa jadi opsi? Agaknya demikian. Semestinya, PJJ tetap bisa jadi opsi di kemudian hari. di masa depan, kita bisa memvariasikan pembelajaran daring dan luring.

pjj-tetap-bisa-jadi-opsi-ozyalandika
PJJ Tetap Bisa Jadi Opsi. Dok. Ozyalandika.com

Bukankah sistem pembelajaran yang demikian bisa menghadirkan banyak opsi? Begitulah. Banyak jalan menuju Mekkah, banyak jalan menuju Al-Quds, juga banyak jalan menuju pendidikan yang berkemajuan.

Bukan berarti ketika negeri sudah aman lalu PJJ ditinggalkan atau bahkan dikucilkan. Tetapi, suatu saat PJJ bisa dijadikan opsi dan variasi demi menggapai tujuan pendidikan nasional.

Terakhir, di saat pandemi masih mengguncang, kita tetap berusaha menggelar PJJ semaksimal mungkin. Dan jangan lupa, selalu berikhtiar sekaligus berdoa agar pandemi segera sirna dari bumi tercinta. Karena kita sudah rindu berkumpul dalam sebuah kedekatan.
Salam.
Ditulis oleh Ozy V. Alandika

Baca juga: Saran Agar PJJ Efektif

3 komentar untuk "Kapan PJJ Berakhir?"

  1. Sudah hampir setahun mestinya semua pihak sudah terbiasa dng PJJ, menurut saya. Daripada menunggu kapan sekolah buka kapan sekolah buka, malah kezel & darah tinggi, lbh baik dimaksimalkan saja PJJ-nya. Entah gmn caranya sekolah & orgtua yg lbh paham, dibicarakan saja. Ini kan mirip dng homeschooling atau kejar paket sebenarnya.

    #PanjangBanget 😂✌️🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah terbiasa, namun ada juga unsur keterpaksaan disana Bu Yana, jadi masih setengah hati sepertinya 😂
      Di daerah saya, sekolah swasta sudah ada yg mulai tatap muka..

      Terima kasih ulasannya Abang guru.
      Salam hangat dan salam sehat pula Bu Yana ☺️

      Hapus
  2. Nyimak emak2 cerita aja ah. 🤭🤭

    BalasHapus