Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerpen - Selamat Menikmati Malam Ini, Gadis Kecil!

selamat-menikmati-malam-ini-gadis-kecil
Selamat Menikmati Malam Ini, Gadis Kecil!. Foto: Pixabay

Hey-! Dengarkan -! Hati kecil tengah berbisik. Mengoceh tentang sebuah cerita. Datang, rasakan dan beri tahu apa yang juga kau rasakan.

Ah, mari kusampaikan, ada kurcaci kecil melangkah menyusuri hutan gelap, berjalan dengan ketakutan sendirian tanpa ada yang menemani.

"'Srek srek"

Terdengar dari arah barat daya, membuat kurcaci makin ketakutan. Akan kukenalkan, dia Northern, kurcaci kecil yang tinggal di arah terbenamnya matahari di Skotlandia.

Dia hidup sendiri tanpa ada yang menemani, siapa sangka? Dia seorang gadis kecil. Kekeeke, kau pasti terkejut bukan. Baiklah mari lanjutkan.

Tak dihiraukannya, tentang suara yang didengarnya, tetap ditelusurinya hutan itu dengan bermodalkan kunang - kunang yang berkeliaran. Ah, untunglah malam ini sang rembulan berpihak kepadanya. Cahayanya terang lebih terang dari malam lainnya.

Berjalan, berjalan, berjalan... Semakin jauh, semakin jauh, semakin jauh.

'Kenapa sangat mengerikan di sini'  pikiran North berkecamuk dalam sepi. Tak ada jam, tak tahu waktu, semakin berjalan suasana semakin mencekam. Kau saja tak terbayangkan,, hihh mengerikan.

Lelah, entah sudah seberapa jauh North berjalan malam ini, hingga dia melihat cahaya dari arah timur. Disipitkan mata, dilihatnya sebuah kastil tua.

"Hufth.. Syukurlah, setidaknya bisa bermalam hingga menunggu pagi" rasa senang dan bahagia menjalar di hati North.

Dikiranya, sudah selesailah perjalanan mencekam malam ini. Dilangkahkan kakinya dengan cepat ke arah kastil tua itu. Hmm,, seperti tak berpenghuni saat sampai di depan gerbang ternyata ada penjaga, sudah agak tua dengan senyum menyambut North.

"Selamat datang gadis kecil, ada apa gerangan menuju ke istana Ratu Arthery?" kata penjaga tetap dengan senyuman manis.

"Ratu? Ah maaf, Tuan, saya tidak tahu ini istana Ratu, saya dari negeri arah terbenamnya matahari Skotlandia, saya tadi di hutan dan tersesat. Saya melihat ada kastil. Hmmm.. Jika boleh apa saya boleh bermalam di sini? Di luar gerbang pun saya tak apa."

Seperti keluhan dan sindiran Kekeke, dasar gadis nakal bukan.  "Tidak Nona, sang Ratu orang yang baik hati. Dia pasti mengizinkan anda menginap di sini. Mari saya hantarkan" Sumrigah wajah North, senang di rasakannya.

"Tentu tentu,, ahh saya sangat berterima kasih"

Hey! Apa dia tak tau bahwa malam ini akan berakhir seperti yang tak diharapkannya. Jangan menerka-nerka teman, ikuti alurnya. Aku belum selesai menyampaikan cerita hati kecil. Mari lanjutkan.

Dibawa North menemui Arthery, Ratu cantik yang sudah akan menua. Ah, kau tau dia sangat cantik bahkan sudah akan beranjak di usia kepala 5 pun wajahnya masih seperti putri raja. Siapa yang tidak iri haha.

"Selamat datang Nona manis, anggap seperti rumahmu sendiri." Itu suara Sang Ratu, manis sungguh manis senyumnya.

"A ~ ah, ten ~ tentu yang mulia. T ~ terima kasih atas kemurahan hatimu" hihi, hey betapa bodohnya North. Gadis kecil yang malang. Ah, kau tau tak boleh spoiler bukan. Kulanjutkan kembali

"Saya yang akan menghantarkan Nona manis ini ke kamarnya, kau boleh pergi, Vent" Sekarang penjaga itu pergi, setelah memberikan hormat dengan membungkukkan badan ke arah Ratu. Hanya ada mereka berdua, North dan Ratu cantik.

"Mari Nona~ saya hantar kan ke ruanganmu" Senyuman Ratu mendominasi. Aku yakin siapapun yang melihatnya akan ikut tersenyum. Mata biru yang memabukkan. Kau bisa membayangkan sendiri bagaimana indahnya ciptaan Tuhan itu.

"A ~ ah, terima kasih yang mulia" Beriringan mereka berjalan memasuki sebuah ruangan. Indah bahkan sangat indah. Tapi, bukan berhenti semakin jauh mereka berjalan. Berdiri mereka, di pintu tua usang. Bingung, adalah hal yang dirasakan oleh North sekarang.

" E ~ emh, yang mulia Ratu, k ~ kita akan ke mana?" Berani sekali gadis itu, hahaha.  Ratu hanya menatapnya tajam. Membuat North semakin ketakutan

" Tak apa Nona manis kita akan ke kamarmu" Perkataan yang dingin, membuat North ingin kembali saja rasanya.

' Cklek ~~'

Dibukanya pintu itu, digenggamnya tangan North, dibawanya masuk. Membulakan mata lebar, North lakukan sekarang. Hey ayolah-! Siapa yang tak terkejut jika isi kamarnya alat dan benda tajam. Layaknya kamar eksekusi dan penyiksaan.

" K ~ kkk~ kenapa sss~saya dd ~ dibawa ke sini yang mulia," Dilemparkan badan North hingga tergores pisau tajam yang menancap di dinding.

"Haha, kau tahu Nona manis. Harum darahmu seperti bunga mawar. I like it" senyum mematikan ditunjukkan.

North semakin ketakutan " J ~ jangan ap ~ apa apa kan ss ~ saya R ~ Ratu s ~ saya mohon" tergagap, gemetar ketakutan, ahh North yang malang!

"Selamat menikmati malam ini, gadis kecil" Siapa yang tahu, Ratu cantik itu adalah seorang keparat wanita. Didekatinya North, di goresnya pipi North dengan belati tajam.

"Aa ~ akhh yang muliaa ss ~ sakit"  tak ada balasan dari Arthery. Semakin kejam dia. Diambilnya batu dipukulkan ke kepala North.

"Aa ~ akhhh" teriakan North sangat mendominasi. Bau darah menyeruak ke seluruh penjuru ruangan. Kepala North yang berdarah akibat batu itu. Kau harus tahu, batu yang dilemparkan tajam dan besar. Sungguh Arthery sangat menikmatinya.

"Sentuhan terakhir, manis!" Diambilnya pedang tajam. Tak segan-segan dipenggalnya kepala North. Tak ada lagi suara North.

Diambilnya kepala North " Sungguh kau tahu, ini adalah koleksi kepala terbaikku. Terima kasih, gadis kecil.”

Ah, bagaimana ceritaku? Ah, bukan cerita sang hati kecil. Lain kali akan kusampaikan cerita yang lebih menyenangkan. Jangan menjadi North kau tahu. Jangan mudah terperdaya. Dan jangan gegabah. Memang sungguh gadis yang malang bukan. Kekekeke

Cerpen Karya: Khairia Nurlita

2 komentar untuk "Cerpen - Selamat Menikmati Malam Ini, Gadis Kecil!"