Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Semangat Mengajar! Inilah 6 Literasi Dasar yang Perlu Dikuasai oleh Siswa Abad 21

6 Literasi Dasar yang Perlu Dikuasai oleh Siswa Abad 21
6 Literasi Dasar yang Perlu Dikuasai oleh Siswa Abad 21. Dok. Instagram Mas Mendikbud.

Ketika kita berkisah tentang literasi dasar, agaknya kecakapan utama dalam segala aspek kehidupan ini tidak bisa lepas dari rekatan siswa abad 21. Terang saja, baik di bidang ekonomi, politik, pemerintahan, pendidikan, hingga keluarga semuanya butuh kemampuan berliterasi.

Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwasannya cakupan literasi dasar tidak hanya sekadar membaca, tapi juga mendalami, menganalisa, serta memetik makna dari apa-apa saja hal yang menjadi objek literasi.

Maka dari itulah, kecakapan literasi merupakan komponen kompetensi paling dasar yang perlu dimiliki oleh tiap-tiap siswa dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Pertiwi tercinta.

Mau bagaimana lagi, kita tak bisa memungkiri fakta bahwasannya berdasarkan skor PISA yang rilis tahun 2019, literasi di bidang membaca, numerasi, hingga sains para siswa kita nilainya masih jauh di bawah rata-rata OECD.

Skor Literasi_ 371 Rata-Rata OECD_ 487
Hasil PISA 2018 yang rilis di akhir tahun 2019. Dok. Ozyalandika

Tambah lagi di tahun ini kita masih berkutat dengan permasalahan pandemi, rasanya ada kekhawatiran bahwa nantinya ada kemandekan generasi. Ya, generasi era pandemi tidak secara utuh mendapat pelayanan pendidikan yang “layak”, gara-gara kesenjangan fasilitas pendidikan.

Meski begitu,saat ini hal terpenting yang bisa kita genjot sama-sama adalah menanamkan budaya melek literasi dasar kepada diri, keluarga, serta juga para pembelajar abad 21 sebagai generasi penerus bangsa.

Tertuang dalam Buku Panduan Gerakan Literasi Nasional, setidaknya ada 6 literasi dasar yang perlu dikuasai oleh siswa abad 21. Apa saja? Mari kita simak.

Pertama, Literasi Baca tulis

Literasi Baca tulis-ozyalandika
Literasi Dasar Baca Tulis. Dok. Ozyalandika.com

Sejatinya literasi dasar baca dan tulis bukanlah sekadar membaca i~ni i~bu bu~di, tetapi mencakup pengetahuan dan kecakapan yang lebih luas daripada itu.

Ruang lingkup capaian kecakapan literasi dasar baca tulis meliputi kecakapan membaca, menulis, mencari, menelusur, mengolah, memahami informasi, menanggapi, menganalisis, mengembangkan potensi, hingga berpartisipasi di lingkungannya.

Dari sini, kelihatannya jangkauan literasi dasar pertama ini cukup kompleks, kan? Begitulah. Siswa abad 21 dituntut untuk tidak sekadar menghafal, melainkan juga menyelami materi serta keluar dari relung pikir sempit yang selama ini terkurung oleh materi.

Literasi baca tulis pada dasarnnya semakin meningkat sesuai dengan jenjang satuan pendidikan. hal ini juga seiras dengan peningkatan kemampuan berpikir para generasi penerus bangsa. Mulai dari berpikir ranah konkret, abstrak, hingga berpikir kritis alias critical thinking.

Kedua, Literasi Berhitung (Numerasi)

Literasi Berhitung (Numerasi)-ozyalandika
Literasi Dasar Numerasi. Dok. Ozyalandika.com

Setelah tadi berbicara soal huruf, sekarang kita berkisah tentang angka. Ya, literasi dasar berhitung atau yang lebih dikenal dengan literasi numerasi sangat penting bagi para siswa abad 21.

Pentingnya kecakapan literasi numerasi bukan saja soal perkalian, pembagian, penjumlahan, pengurangan maupun bilangan pecahan, melainkan lebih kompleks dan siswa dituntut untuk bisa menginterpretasikan numerasi untuk memecahkan masalah sehari-hari.

Hafal rumus? Tidak cukup sekadar teori. Lebih lanjut, literasi dasar numerasi adalah modal kecakapan seseorang dalam menganalisa tabel, grafik, hingga bagan-bagan rumit untuk kemudian mengambil keputusan serta mencari solusi terbaik dari sebuah masalah.

Tidak cukup sampai di situ, di era Big Data, saya kira urgensi kecakapan mengolah data akan menjadi sangat krusial. Dari sana, siswa yang bisa menyelami data ialah mereka yang terampil dalam literasi numerasi.

Ketiga, Literasi Sains

Literasi Sains-ozyalandika
Literasi Dasar SAINS. Dok. Ozyalandika.com

Tidak hanya soal angka dan kata, literasi Sains juga merupakan kecakapan dasar yang juga begitu penting.

Secara, literasi Sains berkisah tentang pengetahuan, keterampilan, serta kecakapan ilmiah sehingga seorang siswa mampu mengindetifikasi, menjelaskan serta memperoleh pengetahuan baru berdasarkan fenomena ilmiah.

Selain itu, seorang siswa yang nantinya sudah memiliki kecakapan literasi dasar sains diharapkan dapat memahami karakteristik sebuah fenomena ilmiah, mengambil kesimpulan berdasarkan fakta, serta bersandar pada tujuan tertinggi berupa kepedulian terhadap isu-isu sains.

Soalnya, nilai literasi sains dalam kacamata PISA juga di bawah rata-rata, kan? Padahal siswa kita banyak yang menang lomba Sains. Bukan tingkat nasional, tapi tingkat Internasional! Bangga. Semestinya dalam prospek yang lebih jauh, nilai PISA juga akan terdongkrak.

Keempat, Literasi Informasi, Teknologi, dan Komunikasi (Digital)

Literasi Informasi, Teknologi, dan Komunikasi (Digital)-ozyalandika
Literasi Dasar Informasi, Teknologi, dan Komunikasi (Digital). Dok.Ozyalandika.com

Singkatnya adalah literasi TIK. Tapi, karena Bumi Pertiwi sedang berada di tren akselerasi kemajuan, maka kita pakai saja literasi digital. Soalnya, Pembelajaran Jarak Jauh yang sudah digelar hari ini adalah salah satu perwujudannya, kan? Pastinya.

Literasi digital merupakan seperangkat pengetahuan bin kecakapan dalam menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, jaringan, serta segala sesuatu yang berhubungan dengan komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:

Bersandar pada situasi dan suasana hari ini, peran kecakapan literasi digital seorang siswa maupun guru sangat krusial dan mendongkrak dimensi literasi-literasi dasar lainnya. Terang saja, aplikasi digital adalah media alias perantara agar dimensi literasi lain bisa digapai serta disalurkan.

Lebih dari itu, semakin cakap seorang siswa dalam menguasai literasi digital, maka makin luas dan bijaklah ia dalam mengonfirmasi berbagai informasi kekinian yang tersebar dengan cepat. Mana yang hoax, serta mana berita yang akurat juga tidak meresahkan.

Kelima, Literasi Keuangan

Literasi Keuangan-ozyalandika
Literasi Dasar Keuangan. Dok.Ozyalandika.com

Memangnya literasi keuangan itu penting untuk diajari sedari usia sekolah? Pasti! Ketika kita berbicara tentang literasi keuangan, ketika itu pula kita berkisah tentang kecakapan mengaplikasikan konsep dan risiko dalam mengambil keputusan di konteks finansial.

Lebih jauh, literasi keuangan sangat penting bagi siswa abad 21 dalam perjuangannya meningkatkan kesejahteraan finansial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan nyata (masyarakat).

Bahkan, saking pentingnya literasi keuangan, Sekretaris Himpunan BankMilik Negara, Ahmad Solichin Lutfiyanto baru-baru ini menerangkan bahwasannya masalah terbesar dari industri perbankan di Indonesia adalah literasi finansial.

literasi-keuangan-rendah-ozyalandika
Literasi Dasar Keuangan Masih Rendah. Dok. Ozyalandika.com

Ahmad menyebut, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai angka 37 persen dari total penduduk yang sejatinya lebih dari 268 juta jiwa. Hal itulah yang menyebabkan kontribusi perekonomian masih belum optimal.

Dengan demikian, salah satu rencana jangka panjang yang bisa sama-sama kita lakukan adalah menguatkan literasi dasar keuangan bagi para siswa abad 21. Dari sana, dampak ke depannya pasti akan sangat berasa, juga berkontribusi besar demi kemajuan perekonomian Indonesia.

Keenam, Literasi Budaya dan Kewargaan

Literasi Budaya dan Kewargaan-ozyalandika
Literasi Dasar Budaya dan Kewargaan. Dok.Ozyalandika.com

Sebagai seorang pembelajar, kita pasti bahagia bin bangga telah tinggal negara yang kaya dengan beragam jenis suku, ras, bahasa, etnis, hingga keanekaragaman lainnya. Masing-masing dari kekayaan pemberian Allah ini adalah identitas negara kita, juga identitas kita sebagai warga negara.

Meski demikian, terkadang perbedaan SARA dan budaya juga bisa jadi pemicu rawan konflik. Maka dari itulah diperlukan dasar dan kecakapan tentang literasi budaya maupun kewargaan.

Literasi dasar budaya merupakan seperangkat kecakapan dalam memahami dan bersikap terhadap budaya Indonesia sebagai identitas bangsa. Sedangkan literasi kewargaan adalah seperangkat pengetahuan dan kecakapan dalam memahami hak dan kewajiban diri dan sosial sebagai warga.

Di abad 21, sudah pasti literasi budaya dan kewargaan menjadi hal yang penting untuk dikuasai. Semakin cakap seorang siswa abad 21 dalam bidang budaya dan kewargaan, makin bijaksanalah dirinya dalam menyikapi berbagai perbedaan yang ada. juga, jangan lupa, toleransi!

***

Demikianlah 6 literasi dasar dasar yang perlu dikuasai oleh siswa abad 21. Masing-masing dari kecakapan tersebut adalah bagian dari harapan serta perjuangan kita bersama. Tidak hanya guru, namun orang tua, masyarakat sekitar, hingga pemerintah pun perlu berjuang bersama-sama.

Pada akhirnya, kompetensi literasi abad 21 ini adalah bekal bagi siswa agar semakin cakap dalam menghadapi masalah kekinian. Masalah makin hari makin kompleks, sehingga perlu dipecahkan dengan berpikir secara kritis, juga tuntas.

Salam. Semoga bermanfaat
Ditulis oleh Ozy V. Alandika

6 komentar untuk "Semangat Mengajar! Inilah 6 Literasi Dasar yang Perlu Dikuasai oleh Siswa Abad 21"