Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Sesungguhnya Aku yang Lebih Cinta

puisi-sesungguhnya-aku-yang-lebih-cinta
Sesungguhnya Aku yang Lebih Cinta. Foto: Pixabay

Sesungguhnya aku lebih cinta daripada angin. Bila angin hanya mampu menyejukkan, aku lebih mampu memoles hatimu agar menghangatkan sejuk.

Sesungguhnya aku lebih cinta daripada hujan. Bila hujan hanya membasahi yang kering, aku lebih mampu menyuburkan ketandusan angan bagi jiwa pengharapmu.

"Harapmu adalah aku, kan?" Aku mengaminkan itu, dan rel kereta cinta sudah kubangun dari hari ini hingga kita menua.

Jauh perjalanan waktu bila kuharus menembus jarak. Luasnya gurun dan lebarnya samudra menghalangiku. Aku tak berdaya. Aku tak berkuasa. Aku hanya biasa. Aku kalah dengan hujan. Pun dengan angin.

Lika-liku angin dan hujan tak separah pergolakan aku dan cinta. Engkau pasti menyadarinya. Ketika sejuk dan dingin bersatu dalam penantian, ketika itu pula aku jauh. Padahal sesungguhnya aku yang lebih cinta.

Hingga angin dan hujan berhenti membasahimu, aku akan tetap berkata: sesungguhnya aku yang lebih cinta. Sampai engkau percaya.

Salam.

12 komentar untuk "Puisi - Sesungguhnya Aku yang Lebih Cinta"

  1. Pak Guru memang πŸ‘☺️

    BalasHapus
  2. Tinggal dilamar aja... terus langsung akad

    BalasHapus
  3. Harapku pada Tuhan untukmu

    Sweet sweet

    BalasHapus
  4. Engkau lebih cinta, tapi engkau hanya biasa.

    Engkau ingin dia percaya, tapi engkau tak berdaya

    pada luasnya gurun, dan luasnya samudera.

    Hmm..

    BalasHapus