Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Sepuluh Cinta di Bulan Oktober

puisi-sepuluh-cinta-di-bulan-oktober-ozyalandika-baik-itu-sederhana
Puisi - Sepuluh Cinta di Bulan Oktober. Foto:  Waldemar Brandt di Unsplash

Tanganku gapah meramu langit. Kususun awan lalu kubiarkan mereka berdikari. Sadar bahwa cahaya cinta ditelan hirap. Senjaku enggan bermuka legit.

Sepuluh cinta di bulan Oktober. Ada hujan. Hujan turun sebabku gelitik awan. Mereka turun butir demi butir untuk mengutuk sepiku.

Sepuluh cinta di bulan Oktober. Ada debu. Debu bertebaran menyayat elegi. Merangkai semu jadi fana. Membunuh sepi untuk berbatukkan terang.

Sepuluh cinta di bulan Oktober. Ada kabut. Kabut menyelimuti pipiku. Menutup pori-pori. Menghalangi semburat hitam bertamu.

Sepuluh cinta di bulan Oktober. Ada nestapa. Nestapa datang di saat dirimu pergi. Ia menyayat daging, membekaskan buih-biuh sembilu di kediaman hati.

Sepuluh cinta di bulan Oktober. Ada swastamita. Swastamita hadir di ujung penantian. Di dekat pondok tua. Beralaskan pasir-pasir asmara.

Sepuluh cinta di bulan Oktober. Ada temaram. Temaram singgah saat dirimu jauh. Dari jauh tampak bayang. Dari dekat, pandangku karam.

Sepuluh cinta di bulan Oktober. Ada gundah. Berjatuhan keringat rindu di bawah sinar mentari. Gundah datang di saat aku abai.

Sepuluh cinta di bulan Oktober. Ada lunglai. Jelang habis purnama aku jelang rimpuh. Sebagaimana merawat almanak penantian tunggu. Tanpa ada kabar darimu.

Sepuluh cinta di bulan Oktober. Ada masygul. Masygul memenjarakanku di tempurung ratapan. Tetes air mata tak bisa dijelaskan walau seribu bahasa.

Sepuluh cinta di bulan Oktober. Ada mahligai. Mahligai kubangun sendiri. Adalah dari ranting-ranting bambu bertuliskan rindu.

Cukup sepuluh saja. Hari ini dirimu cantik. Aku cinta. Semoga besok juga.

Curup, 10-10-2020

Ozy V. Alandika

10 komentar untuk "Puisi - Sepuluh Cinta di Bulan Oktober"

  1. Indah sekali puisinya menandakan pujangganya terpelajar dan romantis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Bu Yana. Ketularan romantis dari sang ghostwriter nih :-)

      Hapus
  2. Suka bgt sama puisinya
    Masih tentang pondok tua dan pasir-pasir asmara dari sang selaksa rindu..
    Sweet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soalnya status masih sama. Ahahaha
      Tengkyu mbak

      Hapus
  3. Keren pak Guru☺️πŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asikk mantab. Makasih ya pak πŸ˜ŠπŸ™

      Hapus
  4. Sepuluh cinta di bulan Oktober
    Aku terlupa, apakah aku masih muda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih muda kayaknya. Krn masih sebut2 oktober. Hehehe
      Makasih, Tuan Zoreyda. Tuan atau Nyonya ya? πŸ€”

      Hapus
  5. Pertama mampir, di bulan Oktober. Indah juga ya Oktober, sepi tapi cinta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Bu Mey. Hujan terus tapi oktober πŸ˜ŠπŸ™

      Hapus