Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Rintik Sendu

puisi-rintik-sendu-ozyalandika-baik-itu-sederhana
Rintik Sendu. Foto: Pixabay

Bukan tentang cinta, Bukan tentang kenaifan, Bukan juga tentang perjuangan. Tapi tentang bunganya persahabatan. 

Pagi yang sama dan hari yang sama di mana  matahari terbenam. Semua terasa indah layaknya berada di atas roda yang berputar. Karena terlalu indah untuk melangkah maju, kita mungkin berpikir bahwa kita tak akan mampu adanya.

Ayo pergi bersama!

Tak akan terasa berat. Kita tak akan tersesat. Rentetan gigi, mata menyipit melambangkan kebahagiaan tiada tandingnya. Aih, berlian, bunga, taman pun kalah menyenangkan dengan peradabannya.

Di depan kita gelap! 

Kehilangan arah akan rintangan. Akankah kau mengeluarkan kompas hatimu itu? Ah! Bahkan jika kompas bergerak membuat frustasi, Dengan bersama kita mengatasinya.

Satu, dua, tiga umur kita kian bertambah. Tersandung pada dinding, yang mengharuskan kita saling melepaskan.  Tawa menjadi pengiring tiap kenangan terputar. 

Ada begitu banyak jalan terarah di depan mata. Tampak samar seperti halnya kabut asap. Kisah yang ingin kuceritakan semakin bertambah. Teman yang sudah lama tak kutemui membersit hati rindu kian bertambah.

Berharap akan penghapusan tentang rintik sendu, menyadarkan bahwa banyak impian yang menunggu, Hingga tiba saatnya kita kembali bersenandung ria melepas rindu yang berlabuh.

Puisi Karya:   Khairia Nurlita.


3 komentar untuk "Puisi - Rintik Sendu"

  1. Kapan bisa kulukiskan diksi seindah ini😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Bu Zatil Mutie. Iya Bu. Sama, aku jg pengen bisa berdiksi indah. Ini karya muridku Bu. 😊🙏

      Hapus
  2. Kapan bisa kulukiskan diksi seindah ini😁

    BalasHapus