Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Rintik Hati

rintik-hati-ozyalandika-baik-itu-sederhana
Rintik Hati. Foto: Pexels

Ah, rintik ini. Saat tenggelam di pikiranku. Rintik hujan mengguyur lamunanku. Hujan yang begitu dingin, menggigil di dalam hening.

Hujan yang tiada hentinya menerpa. Bau tanah yang bersentuh air itu sangat khas dan menyerbak. Tak mau itu! Kuusap kasar air mata yang tercampur air Tuhan.

"Aku punya banyak kenangan bahagia!" Relungku memberontak.

Hujan yang mengalir akan terganti dengan air mata yang hangat. Tak masalah. Itu hanyalah hujan deras yang lewat dan akan pergi.

Akan ada tawa lagi bukan? Akan ada kehangatan kembali. Hahaha.

Apa duniaku berhenti sekarang?
Apa air Tuhan akan selalu menjadi teman?
Apa sedihnya langit akan selalu menatap?
Apa redupnya awan yang akan selalu menjadi saksi?

Dan lagi, batinku hanya bisa menjadi pendengar rahasia. Relungku hanya bisa berteriak dalam sepi. Jiwaku hanya bisa menjadi kaku di terpa angin. Dan ragaku hanya bisa menjadi pendamping teman gundah.

Pada akhirnya, semua hanya menjadi harapan. Karena kenyataannya, yang setia hanyalah sang hujan. Yang peduli hanyalah sang awan. Yang mengerti hanyalah langit sepi. Dan selamanya rintihan ini hanya menjadi penyemangat hati tatkala sendiri.

Puisi Karya:  Khairia Nurlita.


Posting Komentar untuk "Puisi - Rintik Hati"