Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Pinwheel

puisi-pinwheel-ozyalandika-baik-itu-sederhana
Pinwheel. Foto: Pixabay

Tatapan redup, menatap senja nan kian menghilang. Jauh disana? Kupikir angin dingin senantiasa bertiup. Tertawa untukmu, Aku merasa sedih. Ini seperti dekorasi. Baling-baling yang sangat kecil berdiri sendiri.

Merasa bodoh, meski kehilangan arah dan membutuhkan waktu lama. Di masa depan yang jauh, kau bisa berbalik, melihat, dan kembali ke arahku.

Aku rasa saat ini hanya bersembunyi di balik sisi lain. Aku benci kejauhan. Sibuk melandasi segala hal. Hanya bisa menunggu dan terus menunggu. Menunggumu sepanjang waktu.

Aku tak suka hal yang salah. Aku tak bisa melakukannya. Ah, tetap saja aku akan menunggumu sepanjang waktu. Aku tak akan menyesal untuk masa depan yang jauh, karenamu. Banyak orang di luaran. 

Namun, cukup tanyakan kepada sang angin kenapa tak menangkapku? Bahkan, masih penuh di pikiran. 

"Kenapa harus aku? meninggalkan berlian seperti mu? Kau menyuruhku" Hingga tebersit di benakku" Aku batu yang tak pantas untuk berlian cantik sepertimu"

Dan sekarang aku hanyalah kincir kecil yang berdiri tanpa penopang di gurun gersang tiada huni bertepatan dengan senja yang kian menepi.

Puisi Karya:   Khairia Nurlita.

4 komentar untuk "Puisi - Pinwheel"