Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Pemimpi Kecil

puisi-pemimpi-kecil-ozyalandika-baik-itu-sederhana
Pemimpi Kecil. Foto: Pixabay

Pagi berkabut asap saat pertama membuka mata. Terjaga sepanjang malam menjadi pemimpi kecil. Hanya mimpi yang dimiliki, Harapan yang mendominasi, Perjuangan yang tiada henti.

Apa yang kau pikirkan, tentang pemimpi kecil sepertiku? 

Gubuk kecil sebagai penopang, tanggapmu. Sebutir dua butir harapan yang tak akan terjadi benarnya menurutmu. Perjuanganku yang kau anggap sia - sia. Tawamu mendominasi mencerca mimpiku.

Banyak hal negatif, terputar kenangan buruk tentang begitu banyak duri yang tertancap. 

Akankah tetap bertahan dengan tubuh menggigil di dinginnya musim? 

Nama yang selalu ditertawakan. Dengan berani, kuhantam mereka yang meremehkan.

Bahkan, jika surga pun tak dapat berpihak. Akan kubuat semua menjadi jalan dan milikku. 

Lemparkan lagi!
Batu?
Ranjau?
Duri?
Besi panas sekali pun, tak lagi kutakut jika menghantam wajahku.

Karena keyakinan memantapkan batin, jiwa, raga dan hatiku. Hingga selalu terputar di kepalaku 

"Semua berawal dari mimpi kecil di kota bintang. Cercaan menghantam menguatkan mimpi menjadi besar. Tak ada mimpi yang nyata tanpa harapan yang dikobarkan. Dan tak ada harapan yang terwujudkan tanpa doa , ikhtiar dan tawakal."

Puisi Karya:    Khairia Nurlita.

Posting Komentar untuk "Puisi - Pemimpi Kecil"