Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Musim Semi

musim-semi-ozyalandika-baik-itu-sederhana
Musim semi. Foto: Pexels

Musim semi. Katakan bahwa saat ini aku merindukanmu. Waktu begitu kejam. Semestinya engkau tak begitu.Akankah bisa dipertemukan?

Jika aku adalah salju di udara, maka kau harus menunggu aku turun dan memisahkan. Hingga akhirnya musim semi menjemput untuk mempertemukan.

Salju turun di musim dingin, dan berangsur hilang sedikit demi sedikit. Benci? Aku sangat benci saat ini. Kesal pada waktu yang lambat berjalan. Kecewa pada musim yang lama memudar.

Hei, kapan ini berakhir!

Melewati musim yang sangat dingin. Menunggu hingga sakura bermekaran. Menanti hingga hari berganti menjadi semi.

Banyak malam yang kulewati. Diiringi mimpi tentang kebersamaan. Berselimutkan rindu yang tak terhapuskan. Terbangun menatap sendu langit.

Akhirnya, aku bertanya kepada batin yang menyendiri.

"Akankah kerinduan ini berakhir ketika musim semi menerpa salju yang berserakan?"

Puisi Karya: Khairia Nurlita.


2 komentar untuk "Puisi - Musim Semi"