Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Kertas Lusuh

puisi-kertas-lusuh-ozyalandika
Ilustrasi secarik kertas. Foto: Pixabay

Di secarik kertas lusuh, warna senja pudar mendominasi. Mengukir pelayaran di awan tinggi, menorehkan pahit, asam, manis perjalanan.

Di secarik kertas lusuh, terlukis irama mimpi nan berlabuh. Bersama iringan pipit menyejukkan kalbu, mengartikan perjalanan yang tiada lelahnya.

Di secarik kertas lusuh, kuceritakan gundah, lara, juga tawa. Kusuarakan dengan tinta keemasan, yang berhiaskan kemewahan dari keberhasilan.

Di secarik kertas lusuh, kuletakkan mawar hitam pekat berduri. Kuiringi dengan syahdu menyakitkan lily kuning, Dan kulengkapi dengan kehangatan peony putih.

Di secarik kertas lusuh, kugambarkan racun kehangatan, Berharap ketakutan kian menghilang, dengan sirup aster yang memabukkan.

Di secarik kertas lusuh, kuakhiri sebuah arti pelayaran. Dengan kejayaan yang kian menghantam kuselesaikan sebuah lukisan. Dengan serumpun edelweis sebagai pelengkap kusudahi sebuah irama, syahdu suara haru.

Puisi Karya: Khairia Nurlita

Posting Komentar untuk "Puisi - Kertas Lusuh"