Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Hari Itu dan Hari Ini

puisi-hari-itu-dan-hari-ini-ozyalandika
Ilustrasi Seorang Santri Baca Quran. Foto: Freepik

Hari itu
Kabut menutupi sang mentari
Sendu menjadi senja
Bulan dan bintang hilang dari peraduan 

Hari itu mulanya sebuah kegelapan
Hari itu ragaku terpisah dari jiwanya
Hari itu hatiku diterpa kehampaan 

Membuat
Jiwaku berlari
Mencari arti ketenanagan
Hatiku terus merintih 
Ingin segera bertemu dirinya 

Seiring daun gugur berjatuhan
Yang takkan kembali pada asalnya
Seiring waktu berjalan
Detik demi detik

Hari ini
Aku terpana pada sebuah tempat
Tempat yang kecil
Namun kaya hikmah
Tempat masyhur bagi santri
Tempat makbul memanjatkan harapan 

Hati dan jiwaku terpana
Memandang seorang santri
Santri itu tak henti
Melantukan ayat suci
Melafazkan asma cinta 

Hari ini
Semuanya telah berubah
Kegelapan hilang diterjang ombak kehidupan
Hati dan jiwaku menetap di rumahnya
Mempelajari seni kehidupan 

Hari ini
Sebuah sinar telah datang  

Hatiku kini  telah menemukan bagian dirinya
Dirinya mengabdi pada ilmu
Jiwa dan raganya telah bersatu
Berdikari pada agama 

Puisi Karya: Mawar Sartika

Posting Komentar untuk "Puisi - Hari Itu dan Hari Ini"