Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Harap di Sepertiga Malam

puisi-harap-di-sepertiga-malam
Harap di Sepertiga Malam. Foto: Unsplash

Di kelamnya sepertiga malam, kuterbangun dari lelapnya mimpi. Terlangkah kaki membasuh air suci ke permukaan kulit dingin. Dengan lentera sebagai penerangan seadanya.

Di kelamnya sepertiga malam. Kukenakan perhiasan paling indah menurutku. Perhiasan yang kukenakan saat hendak menemui Sang Pencipta. Perhiasan yang menjadi andalanku saat kulantunkan pujian untuk-Nya.

Di kelamnya sepertiga malam. Kuselanjarkan sajadah sebagai tempat kumemuji Tuhan yang Kuasa. Kulontarkan niat tanda kuberserah diri kepada-Nya. Kutundukkan kepala dalam sujudku memuji keindahan nama-Nya. Kulantunkan ayat-ayat indah-Nya, sebagai nyanyian merdu di malam sunyi.

Di kelamnya sepertiga malam. Kuangkat kedua tanganku. Meminta ampunan akan kekhilafan dan kesalahan yang tiada tara. Sembari berurai air mata meminta perlindungan dari kejahatan dunia, mengharap rida dan surga di kehidupan kekal nanti.

Di kelamnya sepertiga malam. Kulantunkan indah sholawat menjunjung kekasih Allah. Terpejam mata mengharap syafaat dan pertemuan di akhir kehidupan nanti. 

Di kelamnya sepertiga malam, kuakhiri pertemuanku kepada Sang Pencipta dengan 'Lailahailallah' sebagai tanda akan selesai tangisan malamku. Dan 'Alhamdulillah' sebagai penutup akan teringatnya diriku akan Allah yang Maha Besar.

Puisi Karya:   Khairia Nurlita. 


Posting Komentar untuk "Puisi - Harap di Sepertiga Malam"