Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Duhai Malaikat, Perjuanganmu Tidak Mungkin Sia-Sia

puisi-duhai-malaikat-perjuanganmu-tidak-mungkin-sia-sia
Duhai Malaikat, Perjuanganmu Tidak Mungkin Sia-Sia. Foto: Pixabay

Teruntuk seorang malaikat peluluh hati. Tak kenal susah, letih, dan lelah untuk menyayangi. Tak peduli sakit yang datang untuk diriku menjadi bahagia di sini. Semoga surga selalu ada untukmu, doaku kepada Sang Ilahi.

Teruntuk seorang malaikat penyemangat diri. Mendidik, merawat, dan menopang raga ini ke jalan yang berakhlak terpuji. Membelai lembut setulus kalbu, memberikan pelukan hangat dikala sedih.

Teruntuk seorang malaikat yang tiada letih membasuh diri. Merangkul raga ke rumah Allah SWT.

Senantiasa berdoa keselamatan dan kesuksesan jati diri. Selalu berharap dan bermohon kebahagiaan hati ini. Senantiasa meminta di dalam ibadah akan kejayaan raga.

Teruntuk seorang malaikat tiada tanding. Seorang yang disebut sebagai Bunda. Tak terhingga beribu maaf atas kesalahan yang kubuat. Tak pernah terucap kata cinta dan sayang dari bibir kemerahanku. Tak pernah bisa kubalas budiku untukmu. Terima kasih akan kehidupan, kebahagiaan, arahan, dan kesempatanmu.

Dan teruntuk seorang malaikat yang kusebut Bunda. Akan kupastikan senja berpihak kepadaku. Lentera selalu menerangi jalanku. Dan perjuanganmu tak sia-sia dalam membesarkanku.

Puisi Karya:   Khairia Nurlita. 

2 komentar untuk "Puisi - Duhai Malaikat, Perjuanganmu Tidak Mungkin Sia-Sia"

  1. Balasan
    1. Wah. Pak Deddy sampe sini. Makasih ya Pak. Itu puisi salah seorang murid terbaikku😀

      Hapus