Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Aku ingin Sekuat dan Sehebatmu

Layaknya lavender, anggun menawan pesonamu. Lentik jari, mata tajam, senyum menggelikan mendominasi kemolekan hatimu.  Layaknya lily kuning, kaututupi semua kepalsuanmu. Kautertawa layaknya tak ada sedikitpun batu menghantam bahumu. Kaubohongi semua insan, dengan kelakuanmu seakan sedih tak pernah mendatangimu.  Seceria matahari, kautunggu senja datang, dengan setia di pesisir pantai. Sembari mengukir nama indah, di pasir putih yang sebentar lagi diterkam ombak.  Selembut peony merah muda, kaujaga sesuatu yang dinamakan kehormatan, dengan hati-hati hingga tak tersentuh dan tak terganggu sedikitpun. Lemah lembut lakumu, membawa kebahagiaan di atas kesuksesan.  Dan sekuat leontopodium alpinum, kaubuat dirimu menjadi pedoman insan, kaupatahkan semangat orang mencacimu. Kauhilangkan keburukan dengan kekuatan yang kaumiliki. Kaupunahkan cercaan juga hinaan dengan kesetiaan, lemah lembut serta perjuanganmu.  Kaubenar. Begitulah aku yang seharusnya.
Aku Ingin Sekuat dan Sehebatmu. Ilustrasi Edelwes via Pixabay

Layaknya lavender, anggun menawan pesonamu. Lentik jari, mata tajam, senyum menggelikan mendominasi kemolekan hatimu.

Layaknya lily kuning, kaututupi semua kepalsuanmu. Kautertawa layaknya tak ada sedikitpun batu menghantam bahumu. Kaubohongi semua insan, dengan kelakuanmu seakan sedih tak pernah mendatangimu.

Seceria matahari, kautunggu senja datang, dengan setia di pesisir pantai. Sembari mengukir nama indah, di pasir putih yang sebentar lagi diterkam ombak.

Selembut peony merah muda, kaujaga sesuatu yang dinamakan kehormatan, dengan hati-hati hingga tak tersentuh dan tak terganggu sedikitpun. Lemah lembut lakumu, membawa kebahagiaan di atas kesuksesan.

Dan sekuat leontopodium alpinum, kaubuat dirimu menjadi pedoman insan, kaupatahkan semangat orang mencacimu. Kauhilangkan keburukan dengan kekuatan yang kaumiliki. Kaupunahkan cercaan juga hinaan dengan kesetiaan, lemah lembut serta perjuanganmu.

Kaubenar. Begitulah aku yang seharusnya.

Puisi Karya:   Khairia Nurlita.

Posting Komentar untuk "Puisi - Aku ingin Sekuat dan Sehebatmu"