Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dear Para Pejuang Rupiah, Inilah 6 Tahapan Promosi Jualan di Media Sosial

dear-para-pejuang-rupiah-inilah-6-tahapan-promosi-jualan-di-media-sosial-ozyalandika
6 Tahapan Promosi Jualan di Media Sosial. Foto: Unsplash
Lho, memangnya ada tahapan promosi jualan di media sosial? Kukira, ada, ya. Bahkan, tahapan-tahapan promosilah yang akan menjadi tolok ukur tentang bagaimana keberlanjutan barang dagangan kita.

Laris atau sepi pembeli, selain tergantung pada rezeki hari itu, juga ada selip peran tentang bagaimana strategi kita dalam melakukan promosi. Maka dari itu, beruntunglah kita karena hari ini sudah ada wadah online yang bernama media sosial.

Alhasil, kita tidak perlu menempel dan membagikan brosur-brosur cetak ke rumah para warga hanya demi mempromosikan barang jualan. Cetak brosur itu mahal, Bro. Modal dari mana? Mendingan promosi jualan di Facebook, story Whatsapp, Twitter, hingga toko online.

Meski demikian, kita selaku para pejuang rupiah tidak bisa semena-mena melakukan promosi tanpa strategi. Seelok dan seindah apapun barang dagangan kita, kalau setiap detik beranda medsos teman-teman hanya penuh dengan postingan kita, maka mereka akan jenuh juga.

Bukannya bagus, hal ini malah mengakibatkan akun dan nama kita menjadi kurang disukai. Akun media sosial kita bisa dianggap spam, sedangkan nama kita akan dicap negatif baik oleh follower maupun media online terkait.

Ini alamat bahaya, kan? 

Begitulah. Dan sayangnya, sebagai imbas dari ketakutan dan bahaya ini, sebagian para pejuang rupiah suka setengah hati dalam melakukan promosi. Dalam artian, karena takut dianggap spam, mereka malah posting produk jualan sesekali saja. Bahkan, tidak lagi tiap hari.

Akibatnya, tentu saja minat dan keinginan pembeli jadi berkurang. Apalagi kalau sudah masuk kategori jarang posting dan promosi, bisa-bisa para pembeli lupa bahwa Si A jualan apa. Terkadang, beberapa pelanggan di media sosial itu malu-malu ingin bertanya, kan?

Maka dari itulah, untuk memberi kemudahan kepada para pejuang rupiah, saya akan sajikan 6 tahapan promosi jualan di media sosial. Tahapan ini saya dapatkan dari Bu Aci dalam secarik postingan beliau di Grup Facebook EOA Gold Official. 

Nah, setelah saya telusur lebih jauh, ternyata 6 tahapan promosi ini telah termaktub dalam teori Hierarchy Of Effects Model. Kita bahas tuntas satu per satu, ya:

hierarchy-of-effects-model-ozyalandika
Hierarchy of Effects Model.  Grafik by pinterest.com

Pertama, Awareness (Kesadaran)

Tahapan pertama yang perlu kita ketahui dalam melakukan promosi jualan di media sosial adalah awareness alias kesadaran. Maksud dan contohnya, bagaimana?

Semisal, yang jualan adalah saya sendiri dan pertama kali posting nih, ya. Maka, postingan pertama saya adalah untuk menimbulkan kesadaran kepada teman-teman di medsos mengenai produk apa yang saya tawarkan. Minimal, mereka akan tahu bahwa saya mulai jualan produk A.

Jadi, mereka belum tentu langsung beli, kan? Begitulah. Bersyukurlah andai ada seorang teman yang langsung mau beli barang dagangan kita. berarti mereka sudah memiliki kesadaran tentang kebergunaan produk yang kita tawarkan.

Kedua, Knowledge (Pengetahuan, Ada Hasrat Ingin Tahu)

Kalau barang atau produk jualan yang kita posting di media sosial adalah produk yang umum dan sudah dikenal (seperti sembako, baju, gamis, dan sejenisnya), maka secara tidak langsung para pejuang rupiah sudah berhasil melewati tahap ini.

Tetapi, kalau produk jualan yang kita posting adalah produk dengan brand serta kelebihan tertentu yang belum dikenal secara khusus, maka postingan kita di setiap harinya memiliki tujuan untuk mengedukasi para calon pembeli. 

Mereka mungkin belum akan langsung beli, melainkan hanya ingin tahu terlebih dahulu. Entah itu tentang manfaat dari produk yang kita jual, kelebihan produk dibandingkan dengan brand lain, hingga keuntungan produk bagi diri pembeli. Dear para pejuang rupiah, kita harus sabar. Hehehe

Ketiga, Liking (Mulai Menyukai)

Nah, sekarang kita sudah masuk ke tahap tiga, yaitu tahap di mana para calon pembeli mulai menyukai produk jualan yang kita posting di media sosial. Si penyuka produk jualan belum tentu mau langsung beli loh, ya! 

Sederhananya, belum tentu mereka punya uang di saat kita sedang semangat-semangatnya melakukan promosi.

Maka dari dari itulah, penting bagi kita para pejuang rupiah untuk melakukan promosi produk jualan secara terus-menerus. Rajin posting, tapi sebisa mungkin jangan sampai dicap tukang spam. Kan kita jualan! Dengan begitu, lama-kelamaan para calon pembeli akan menanti postingan kita.

Keempat, Preference (Produk Jualan Kita Mulai Jadi Preferensi)

Memasuki tahap keempat, sejatinya produk atau barang jualan yang kita promosikan akan mulai dijadikan preferensi oleh para calon pembeli. Sederhananya, mereka mulai kepo. 

Bagi calon pembeli yang malu-malu bertanya, biasanya mereka akan mencari sendiri data produk jualan kita. Bisa melalui google, tanya-tanya pada tetangga, dan kalau derajat kepo-nya makin tinggi, maka mereka akan bertanya kepada kita. Dear para pejuang rupiah, siap-siap! Hehehe

dear-para-pejuang-rupiah-inilah-6-tahapan-promosi-jualan-di-media-sosial-ozyalandika1
Ilustrasi Preferensi. Foto: Unsplash

Tapi perlu diingat, situasi tahap ini hanya berlaku bagi mereka yang masih istiqomah promosi di media sosial, ya. Kalau promosinya seminggu sekali atau sebulan sekali, agaknya para calon pembeli yang kepo tadi sudah enggan meneruskan rasa penasarannya. Sayang, kan! Hemm

Kelima, Conviction (Sebuah Situasi di Mana Seseorang Ingin Menindaklanjuti Keyakinannya)

Setelah calon pembeli mulai sadar, tahu dengan produk kita, sudah dibandingkan, serta sudah dijadikan preferensi yang berbuah pada suatu keyakinan, mereka akan segera menindaklanjuti keyakinan tersebut dengan bertanya kepada para pemosting produk jualan.

Entah itu lewat fitur percakapan media sosial atau malah ajak ketemuan, calon pembeli ingin bertanya-tanya banyak kepada kita. Segala hal bisa jadi akan ia tanya, mulai dari jenis produk, keunggulan, harga, hingga bagaimana cara jikalau nanti si calon juga ingin ikut berbisnis.

Di sinilah detik-detik penentuan bagi para pejuang rupiah alias pengunggah produk jualan. Mereka harus sabar dan mampu menjelaskan detail produk dengan sebaik-baiknya. 

Saya kira, kejujuran sangat penting di sini. Kalau sekadar upaya untuk meyakinkan pelanggan dengan iming-iming yang terlalu berlebihan, saya kira ini malah jadi alamat bahaya. Mengapa? Suatu hari pelanggan bisa kecewa gara-gara ekspetasinya tak tercapai.

Maka dari itulah, sebagai pejuang rupiah yang bergerak di bidang perniagaan, kita perlu terus memelihara kepercayaan pelanggan serta menjelaskan kepada mereka tentang detail produk dengan jujur.

Keenam, Purchase (Produk Jualan akan Dibeli)

Akhirnya, sampai juga kita di tahapan promosi jualan di media sosial yang keenam, yaitu pembelian produk. 

Ya, setelah melalui berbagai tahap promosi, bersyukurlah kita ketika para calon pembeli akhirnya mau memahar produk yang kita jual. Istilah lainnya yaitu closing (penutup). Alhamdulillah, ya. Semoga tiap-tiap produk yang laku menjadi berkah bagi si penjual dan si pembeli. Aamiin

dear-para-pejuang-rupiah-inilah-6-tahapan-promosi-jualan-di-media-sosial-ozyalandika2
Ilustrasi Purchase (Pembelian): Foto: Unsplash

Sejatinya tujuan semua pedagang adalah untuk mencapai tahap purchase alias pembelian. Hanya saja, ada hal yang lebih penting dari sekadar laku. 

Kita sering mendengar ada istilah “Enggak Posting Enggak Laku”, kan? Ya, tapi, bukan berarti kalau sudah laku, kita jadi berhenti promosi.

Menerangkan manfaat, ilmu baru, hingga keunggulan produk jualan di media sosial perlu dilakukan secara berkesinambungan. Hal ini penting untuk membangun brand si penjual serta menaikan derajat eksistensi produk yang selama ini ia jual. Syukur-syukur berkah. Ya kan?

Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin. Selalu semangat berjualan dan promosi, ya. Gas...Gas!

Salam.

2 komentar untuk "Dear Para Pejuang Rupiah, Inilah 6 Tahapan Promosi Jualan di Media Sosial"

  1. Betul, jangan sampai status wa kita di mute update sama orang 😂
    Semangat selalu para pejuang rupiah online

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo sampe di-mute, berarti produk jualannya yg gak penting, Mbak. wkwk

      Hapus