Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Swastamita

swastamita-ozyalandika-baik-itu-sederhana
Swastamita. Foto: Pixabay

Akulah orang yang bersembunyi di balik terangnya Swastamita. Tak berani mengungkapkannya. Hanya bisa memandang di balik pohon tua. Kala, senyumnya memancar indah.

“Aku?” Ah, apalah dayaku hanya seorang pengagum rahasia.

Akulah seorang yang hanya bisa mencurahkan rasa lewat perantara doa. Kucurahkan, kuutarakan, dan kuceritakan semua di hadapan-Nya. Maaf, aku mencuri namamu.

“Tapi, boleh, kan?” Sebentar saja. Agar Dia tahu. Ya, hanya aku dan Dia.

Akulah seorang yang masih menanti Swastamita. Entah kapan bisa kupunya. Intinya berdoa. Kau tahu tidak? Doa seperti senjata yang bisa menguatkan langit kala senja tak bisa menampakkan keindahannya.

Akulah seorang yang tak pernah putus asa untuk mendapatkan Swastamita. Kupantaskan dan terus perbaiki diri untuk mendapatkan cinta-Nya.  

Cinta-Nya dahulu, baru cinta manusia. Aku akan terus berdoa dan berusaha untuk mendapatkannya, Swastamita.

Goresan Jari-Jari Manis Aulia AN

Posting Komentar untuk "Puisi - Swastamita"