Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Kekerasan Abadi

puisi-kekerasan-abadi-ozyalandika
Kekerasan Abadi. Ilustrasi: Freepik

Kehilangan akal membuat hati menimba kelam. Memikirkan gelimpang harta, menyesatkan kehidupan. Tak tahu berapa banyak ranjau terikat. Tak terhitung betapa besar kekejaman sebagai jati diri.

Saat telah sampai di padang perhitungan sebagai tempat berpijak, tak ada lagi canda tawa tersalurkan. Saat bunyi panggilan menggelegar, tak ada lagi kemenangan dibanggakan.

Hati berusaha menjauhkan raga dari lubang hitam.

Menangis batin ini, tersendu meratap kebodohan raga. Terluka jiwa ini. Terasa jauh dari Sang Maha Esa. Seberapa jauh kesesatan mengkalutkan. Seberapa terlenanya, karena kebahagiaan sementara.

Tak sadarkah? Ditinggalkan kunci kebahagiaan abadi. Dibangun tembok di antara pintu suci. Terarah membangun kesesatan abadi. Dilangkahkan kaki, menuju lingkaran Makhluk tak terampuni.

Saat api bergejolak  dan tampak, barulah sadar akan kelakuan. Saat panas telah menembus, barulah meratap kebodohan diri. Saat dihantam kekerasan abadi, barulah meminta ampunan kembali.

Puisi Karya: Khairia Nurlita.


Posting Komentar untuk "Puisi - Kekerasan Abadi"