Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengulik Pertanda Kiamat Sugra Bag. 1: Diangkatnya Ilmu

Mengulik Pertanda Kiamat Sugra yang Sudah Sangat Jelas Bag. 1 Diangkatnya Ilmu
Tanda Kiamat Sugra bag.1: Diangkatnya Ilmu. Ilustrasi by Pixabay 

“Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.” QS Thaha ayat 15.

“Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).” QS Ad-Dhuha ayat 4.

Kiamat pasti terjadi, dan begitu banyak nash yang menerangkan secara jelas akan kepastian hari akhir. Bahkan, sebagai seorang muslim, sudah kewajiban kita untuk mempercayai datangnya hari kiamat sebagaimana tertuang dalam rukun iman ke-5.

Meskipun tanggal dan kapan waktu tepatnya sudah menjadi rahasia Allah, tapi melalui dalil kita bisa membaca tanda-tanda sekaligus peringatan bahwa sejatinya kiamat itu semakin dekat.

Salah satu pertanda itu ialah pertanda sugra alias kiamat kecil. Sebenarnya ada banyak tanda-tanda kiamat kecil yang sudah sangat jelas. Namun, dalam tulisan ini saya akan mengulik tanda yang pertama, yaitu diangkatnya ilmu.

Untuk itu, simaklah Shahih Bukhari hadis nomor 98 yang tertuang dalam kitab Fathul Bari Ibnu Hajar berikut ini:

Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Abu Uwais] berkata, telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [bapaknya] dari [Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash] berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan". Berkata Al Firabri Telah menceritakan kepada kami 'Abbas berkata, Telah menceritakan kepada kami Qutaibah Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Hisyam seperti ini juga.

Di dalam hadis ini, Rasulullah SAW menerangkan bahwa salah satu pertanda kiamat sugra ialah diangkatnya ilmu dengan cara perlahan-lahan. Allah akan mengangkat ilmu di bumi ini dengan cara mewafatkan para ulama yang alim sehingga kesempatan untuk ilmu itu diwariskan menjadi sedikit.

Dengan semakin sedikitnya jumlah ulama di bumi ini, maka lama-kelamaan suatu negara akan kacau balau karena pemimpin yang diangkat sebagai nahkoda berasal dari kalangan “bodoh” alias fakir ilmu.

Menilik keadaan hari ini, khususnya di Indonesia saja, kita mungkin cukup peka dengan fenomena yang ada. Yaitu ketika pemimpin yang awalnya berjanji manis namun kemudian korupsi, selingkuh, bahkan menuangkan kebijakan-kebijakan zalim yang mencederai hak rakyat.

Secara tidak langsung, fenomena ini ialah perwujudan dari lemahnya ilmu dan tingginya nafsu atas kehidupan duniawi. Ulama mungkin masih banyak, tapi yang benar-benar sosok ulama di hari ini begitu sulit dicari. Tapi, bukan berarti kita harus berputus asa untuk terus menuntut ilmu.

Telah ditegaskan dalam hadis di atas bahwasannya Allah akan mengangkat ilmu secara perlahan-lahan sehingga kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang sempit ini.

Ibnu Hajar al-'Asqalani dalam buku Ensiklopedia Akhir Zaman karya M. Ahmad Al-Mubayyadh menerangkan bahwa hendaklah seorang yang berilmu tidak menyia-nyiakan dirinya dengan meninggalkan aktivitas mendalami ilmu tadi.

Hal ini bertujuan agar apa yang telah ia dapatkan itu tidak menjadi sebab diangkatnya ilmu. Sederhananya, ilmu yang telah kita pelajari hendaklah kita amalkan dan kita curahkan kepada keluarga dan masyarakat sebelum kita mati. Inilah salah satu cara mewariskan ilmu.

Lalu, bidang ilmu apakah yang pertama kali akan dicabut oleh Allah?

Mengulik Pertanda Kiamat Sugra yang Sudah Sangat Jelas Bag. 1 Diangkatnya Ilmu
Ilmu Khusyuk akan menjadi yang pertama kali dicabut. Foto: Pixabay

Tertuang dalam Hadis riwayat Tirmidzi nomor 2791 dalam kitab Al-‘ilm yang berstatus hasan gharib, Rasulullah bersabda:

“Ilmu yang pertama kali dicabut dari manusia adalah khusyuk, hingga pada saatnya nanti hampir saja engkau tidak akan menjumpai seorang pun di dalam masjid dalam keadaan khusyuk.”

Selain itu, ketika kita mengamati lingkungan sekitar, salah satu ilmu yang kiranya mulai luput dari pengalaman ialah ilmu Faraidh alias pembagian harta waris. Mengapa penulis sebut ilmu waris mulai luput?

Yang jelas, tidak banyak orang mengetahui secara detail tentang ilmu ini. Kebanyakan, dalam aktivitas pembagian harta warisan, pihak orang tua membagikan hartanya tidak menurut kaidah waris.

Jikalau ada tanah, sebagian orang tua terkadang malah membagikannya dengan jumlah kampling yang sama rata. Pertimbangannya adalah, agar sama-sama enak dan tidak ada kecemburuan setelahnya. Padahal, porsi anak laki-laki seharusnya lebih banyak, kan?

Maka dari itulah, termasuk tanda-tanda diangkatnya ilmu adalah tidak menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak menutup kemungkinan, berbagai bidang keilmuan lainnya juga perlahan hilang, dan hal ini juga telah menjadi tanda kiamat kecil.

Salam.


Posting Komentar untuk "Mengulik Pertanda Kiamat Sugra Bag. 1: Diangkatnya Ilmu"