Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Merdeka dan Sepi

Merdeka dan Sepi
Dok. Ozy V. Alandika
Tiang bendera sedang kesepian. Temannya ialah sang saka yang berkibar, dihembuskan oleh angin dan angan. Merah dan putih, ada retorika darah dalam kenangan.

Hari ini sang tiang kedatangan banyak tamu. Ialah teriakan-teriakan merdeka yang lebih tajam dari bambu runcing. Sang tiang ingin meluncur secepat anak panah. Tapi sayang, ia masih sendirian.

Tiang bendera sedang kesepian. Sedikit teman dalam nyata. Segunung kawan dalam maya. Tapi, tiang bendera tidak akan melupakan sedikit pun tentang kenangan.

Curup, 17 Agustus 2020
Ditulis oleh Ozy V. Alandika dalam suasana kemerdekaan.

Posting Komentar untuk "Puisi - Merdeka dan Sepi"