Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Membangun Indonesia dengan “Maju Tak Gentar” Mengajar di Tengah Pandemi

Maju Tak Gentar Mengajar di Era Pandemi
Maju Tak Gentar Mengajar di Era Pandemi. Gambar olahan pribadi.

Merdeka! Merdeka! Merdeka!

Hari ini adalah hari yang spesial bagi bumi Pertiwi tercinta. Tepat di tanggal 17 Agustus 2020, NKRI telah berumur 75 tahun. Artinya, tinggal 25 tahun lagi kita akan berumur satu abad. Hanya saja, suasana di tahun ini sangat berbeda. Pandemi adalah penyebabnya.

Di istana negara, perayaan HUT RI digelar seminimalis mungkin, sesederhana mungkin demi menghindari kerumunan banyak orang. Sedangkan di berbagai daerah, lomba-lomba untuk memeriahkan HUT RI bisa saja tidak digelar. Ya, kita khawatir bila nanti timbul klaster baru.

Meski demikian, sebagai insan yang kuat kita tak boleh patah arang. Negeri ini harus bangkit dari krisis multidimensional sebagai imbas dari pandemi covid-19.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengajak bangsa ini agar jangan menyia-nyiakan pelajaran yang diberikan oleh krisis. Jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran. Justru, momentum krisis ini harus kita bajak untuk melakukan lompatan kemajuan.

Lalu, bagaimana dengan keadaan sektor pendidikan?

Tidak jauh berbeda dengan berbagai sektor lainnya, pendidikan kita juga dilanda oleh krisis. Kegiatan tatap muka dihentikan, sedangkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) digaungkan. Kita sebagai guru terus dituntut untuk beradaptasi sekaligus lebih “akrab” dengan teknologi.

Kebetulan saya adalah guru di salah satu SD Negeri di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Semenjak “bertamunya” pandemi ke Indonesia, kegiatan belajar-mengajar di sekolah kami seakan terpukul dan dibuat tak berdaya.

“Maju Tak Gentar” Mengajar di Tengah Pandemi
“Maju Tak Gentar” Mengajar di Tengah Pandemi. Dokpri

Terang saja, jika dilihat dari sisi infrastruktrur, sekolah kami belum mampu menggelar pembelajaran dalam jaringan (daring). Sinyal internet tidak ada, bahkan untuk menelepon pun kami para guru harus berdiam di pinggir jalan raya dalam waktu yang cukup lama.

Alhasil, sebenarnya saya sendiri cukup sedih dengan kesenjangan ini. Hadirnya pandemi seakan memperlebar jarak ketimpangan antara sekolah pusat dan daerah, sekaligus mengurangi kesempatan anak-anak bangsa untuk mendapatkan layanan pendidikan yang setara.

Tapi, seperti halnya lirik lagu Nasional, sebagai seorang guru kita harus “Maju Tak Gentar” dalam mengajar. Apapun situasinya, bagaimanapun kondisinya, serta apa saja kekurangannya, seorang guru perlu terus “Bergerak-Bergerak, Serentak-Serentak” untuk menerjang segala tantangan.


“Maju Tak Gentar” Mengajar di Tengah Pandemi

50-an KM+, itulah jarak antara rumah menuju ke SD tempat saya mengajar. Lumayan jauh, kan? Kira-kira 1 jam perjalanan menggunakan sepeda motor. Bagi seorang guru, hal ini merupakan tantangan yang “wow” bagi saya.

Jumlah siswa kami juga cuma sedikit, tidak sampai 60 orang.  Tapi saya yakin, mereka yang bersekolah hari ini adalah orang-orang yang ingin sukses.

Lalu, bagaimana cara saya mengajar di tengah pandemi? Tanpa adanya teknologi, jalan yang bisa kami tempuh adalah dengan memanfaatkan lembar kerja. Namun, lembar kerja ini bukanlah sekadar tugas yang disalin atau difotokopi dari buku cetak.

Agar siswa tidak bosan, saya meracik sendiri lembar kerja tersebut serta lebih menekankan nilai esensi dari materinya. Di SD, saya mengajar mata pelajaran Agama Islam, dan salah satu contoh lembar kerja yang telah saya racik adalah “Pohon Harakat” dan “Pohon Tajwid.”

“Maju Tak Gentar” Mengajar di Tengah Pandemi
Contoh desain lembar kerja kreatif untuk anak SD. Dokpri

“Maju Tak Gentar” Mengajar di Tengah Pandemi
Contoh desain lembar kerja kreatif untuk anak SD. Dokpri

Lembar kerja ini ternyata jadi tugas yang sangat mengasyikkan bagi siswa. Mereka cenderung lebih santai dalam mengerjakan. Namun, karena lembar kerja yang saya berikan melibatkan banyak indera, alhasil materinya tetap hinggap di pikiran dalam waktu yang lama.

Selain itu, meskipun SD kami masih tertinggal dari segi pemenuhan infrastruktur berbasis teknologi, bukan berarti saya harus diam dan betah dengan keadaan hari ini.

Sebagai pelayan publik, saya merasa bahwa diri ini perlu terus me-upgrade kompetensi mengajar. Pedagogik, Kepribadian, Sosial, Profesional, serta kompetensi berbasis pemanfaatan teknologi harus terus saya perbaharui.

Secara, jadi orang yang gagap teknologi itu tidak enak loh! Jangan-jangan nanti di suatu hari kita tidak akan “dipakai” lagi oleh pemerintah. Lalu, bagaimana bisa kita membangun Indonesia?

Analisa Kearney dalam Video Study TIMSS Bank Dunia (Kemendikbud) mencatat, Kemampuan guru-guru di Indonesia masih belum sebaik standar yang diharapkan.

Maju Tak Gentar Mengajar di Tengah Pandemi
Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2035. Dok. Kemendikbud

Dari sisi keefektifan mengajar, pertanyaan guru cenderung dangkal karena ~90% jawaban siswa hanya satu kata dan jarang melibatkan kemampuan analisis tinggi (higher order thinking). Alhasil, negara kita jadi tertinggal jauh dengan Belanda, Swiss, hingga Hongkong.

Maka dari itulah, sembari “Maju Tak Gentar” mengajar di era pandemi, saya juga berusaha “Maju Tak Gentar” meningkatkan kompetensi mengajar dengan mengikuti berbagai pelatihan guru mengajar berbasis teknologi.

Alhamdulillah hari ini saya sudah lancar menggunakan aplikasi Google Classroom, Zoom, Kahoot, Rumah Belajar, Google Form, hingga mendesain video pembelajaran.

Maju Tak Gentar Mengajar di Tengah Pandemi
Upgrade Kompetensi Guru. Lebih akrab dengan teknologi. Dokpri

Khusus untuk video pembelajaran sudah sering saya pakai dalam pembelajaran tatap muka. Saya kira, inilah salah satu cara guru untuk membangun Indonesia menuju arah kemajuan. Yaitu, terus "Maju Tak Gentar" upgrade kompetensi mengajar.

Semoga saja dalam waktu dekat ada percepatan pembangunan dari sisi infrastruktur berbasis teknologi di SD kami. Dengan begitu, KBM akan lebih asyik. Dan juga, semoga pandemi segera berakhir.

Salam Semangat.

Ditulis oleh Ozy Vebry Alandika, S.Pd 
(Guru Mapel PAI di SD Negeri 08 Tebat Karai, Kepahiang, Bengkulu)
Curup, 17 Agustus 2020

Hp/Wa: 085764236790

*Tulisan ini ditulis dalam rangka mengikuti lomba Blog Guru dalam Menyambut Dirgahayu RI ke-75.

25 komentar untuk "Membangun Indonesia dengan “Maju Tak Gentar” Mengajar di Tengah Pandemi"

  1. https://www.ozyalandika.com/2020/08/membangun-indonesia-dengan-maju-tak-gentar-mengajar-di-tengah-pandemi.html peserta omba blog nomor 70

    BalasHapus
  2. Wah semangat, semoga diberi yang terbaik

    BalasHapus
  3. Siap semangat. Makasih mbak Firda:-)

    BalasHapus
  4. Mantap... Sebuah pengalaman dan wadah untuk menggali ide kreatif dalam pembelajaran serta memacu semangat untk memajukan pendidikan di kemudian hari.. Semangat terus,

    BalasHapus
  5. Semangat pak !!!
    Semoga dunia cepat sembuh dari covid-19, karna kami murid rindu tertawa lega bersama sama

    BalasHapus
  6. Makasih, supportnya, buk @Nia. Semangat juga untuk mengajarnya. Joss

    BalasHapus
  7. Sukses, semangat terus pantang mundur. Pendidikan butuh guru kreatip.yg selalu siap memberikan inovasi.

    BalasHapus
  8. Siap mantap. Makasih bu Herli atas curahan semangatnya. Salam hangat selalu

    BalasHapus
  9. Semangat pak !!!
    Semoga dunia cepat sembuh dari covid-19, karna kami murid rindu tertawa lega bersama sama

    BalasHapus
  10. Aamiin ya rabb
    Semoga secepatnya pulih.
    Trmksh Reyhan. Semoga Sehat Selalu dan semangat terus

    BalasHapus
  11. Aamiin pak,,,Semoga pendidikan di Indonesia khususnya di desa/kabupaten yg terkendala akses teknologi pendidikan dapat lebih maju, berkembang, merata dan adil bagi seluruh masyarakat indonesia

    BalasHapus
  12. Aamiin ya rabb. Harapannya begitu pak, biar kita gak terlalu jauh tertinggal oleh kota yg full fasilitas.
    Trmksh pak Ridi.
    Sukses selalu untuk mencerdaskan🙏💪

    BalasHapus
  13. Untuk menjadi seorang pendidik itu kita harus siap, harus bisa menjalani dan menerima keaadan yang masih belum stabil ini,semuanya masih berbau covid19, kreatifitas seorang pendidik salah satu kunci untuk membuat siswa belajar dengan berfikir kreatif, walaupun belum punya jaringan internet yg stabil, setidaknya siswa bisa belajar mandiri dgn kreatifitas dari seorang pendidik tersebut.

    Semangat terus pak ozy 💪 semoga kreatifitasmu bisa bermanfaat bagi siswa untuk belajar di masa pandemi ini.

    BalasHapus
  14. Siap Semangat selalu bu Cici. Trmksh atas curahan positifnya.
    Yang berarti bahwa pembelajaran hari ini tidak melulu soal keluh mengeluh.
    Salam hangat selalu dariku. Dan mari sama-sama mencerdaskan.
    Salam hangat selalu dariku

    BalasHapus
  15. smangat dan sukses selalu pak. smoga tulisan-tulisannya selalu bermanfaat dan menjadi inspirasi banyak orang.

    BalasHapus
  16. Smoga apa yang ditulis bukan hanya untuk sekedar dibaca pak, ttapi bisa dijadikan tolak ukur berfikir bagi guru yg lainnya.

    BalasHapus
  17. Semangat dan sukses selalu ust.Ozy
    Semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu seiring dengan new normal yang telah diberlakukan oleh pemerintah. Sehingga proses pembelajaran bisa terlaksana seperti semula dengan kehadiran guru dan siswa yang saling berinteraksi langsung.
    Amin

    BalasHapus
  18. Mashaallah tabarakallah. Tulisan yg sangat bermanfaat. Krna ada ide" sebagai seorang guru yg dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam segala kondisi. Nyatanya pandemi bukan alasan untuk tidak mengeksplor kreatifitas guru dan peserta didik

    BalasHapus
  19. Siap bu Yulind. Trmksh atas supportnya.
    Aamiin ya rabb

    BalasHapus
  20. Siap mantap, hamdulillah. Trmksh, buk Aryatti.
    Mari semangat selalu

    BalasHapus
  21. MasyaAllah tulisan yg sangat menginspirasi dan semoga bisa menjadi acuan bagi para pendidik lain untuk bisa menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan pembelajaran dimasa pandemi ini. Semangat selalu dan jangan pernah berhenti untuk saling berbagi 😉 #baikitusederhana

    BalasHapus
  22. Hamdulillah. Siap semangat selalu.
    Trmks @Dream Garden. :-)
    salam dari BaikItuSederhana

    BalasHapus
  23. Mantap Mas Ozy. Terus berkarya demi anak-anak bangsa.... Salam Blogger.

    BalasHapus
  24. Siap mantab pak Arief. Siap trus berkarya.
    Trmksh pak sudah singgah
    Salam Blogger. Joss

    BalasHapus