Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Secarik Kata Indah

Gambar diolah dari Pixabay.
di dinding kekosongan
aku duduk bersama gulungan malam 
gelap gulita 
seakan ada jaring-jaring gundah yang akan mengebat kelam 
tampak dari kejauhan begitu harsa 

tapi apakah kamu tahu?

harsa itu sudah dikebat malam
dan kenyataannya aku masih rimpuh dan gelabah

sudah semenjak entah
tak terdengar lagi kata indah 
sudah sekian dasawarsa rasanya 
hari demi hari memupuk rindu
tapi sayang rindu itu tak bertumbuh dan tak bertuan 
rindu itu segera tertelan belungsang romansa

terakhir 
kata indah sempat kutemui pada masa kelabu
ya, masa di mana gulungan syair-syair malam terus melekat dan berteriak rindu 

ramai
hingar
bising
dan penuh dengan huru-hara

waktu itu aku tak pernah kenal dengan suar-suar kesepian
apalagi tentang melepas kerinduan
sungguh!
enggan kumendayuh rasa

tapi
sayangnya kini gulungan malam telah tercabik-cabik
telah karam
yang tersisa hanyalah secarik kata-kata indah 
hanya secarik
sangat sedikit sekali

tapi, aku riang 
indah mampu mengubah masygul menjadi nirmala

saat ini, itu sudah cukup
mauku, hadirmu lebih lama
karena rasa ini tinggal secarik
jika tersobek lagi
maka habislah sudah

Ditulis oleh Ozy V. Alandika.


Posting Komentar untuk "Puisi - Secarik Kata Indah"