Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Hujan dan Tangisan Senja

Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay

tik... diktum tangisan bumi jatuh membasahi sendiri
berangkat dari kepulan awan hitam
ia jatuh mengerdil-ngerdil tubi
memberitahu penduduk tanah bahwa hari segera kelam

sayangnya ia jatuh hanya untuk penyendiri
hanya untuk dirasa oleh sendiri
hanya berasa bagi sendiri
sejuk dan apatis
hangat tapi meringis
panas lalu tangis

terang ia menangis
penantian cahaya sebenarnya senja

terang ia apatis
ruang tunggu itu harusnya berwarna kemerahan

terang ia meringis
diktum hujan sesungguhnya menegaskan dimensi sunyi

terang ia tangis
ia ialah senja di balik sunyi

walau sendiri tapi mengaku cerah
walau sekoteng tapi mengiyakan cahaya
benar seutuhnya 
ia adalah senja
ia sedang menangis
dan hujan itu adalah diktum tangisnya

Salam.
Ditulis oleh Ozy V. Alandika

Posting Komentar untuk "Puisi - Hujan dan Tangisan Senja"