Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Bingkisan Kata Tunggu


Bingkisan
Gambar oleh Pexel dari Pixabay

Sudah sejak lama aku menyiapkan bingkisan hadiah. Isinya adalah untaian kata tunggu yang kutulis bersama bayang-bayang harsa. Cukup lama meraciknya. Setiap kali menempelkan gambar bermerek cintah kasih, aku harus menanti sang bianglala.

Hanya warna yang bisa menyenangkan hatiku sembari menantinya. Kutahu waktu menunggu itu begitu lama. Kutahu waktu menunggu akan membuat kuterdayuh. Tapi mau bagaimana lagi. Aku hanya sanggup berdiri di atas kata-kata tunggu dan ingin.

Mau tahu isi sebagian yang lain?

Kutulis juga kata tunggu sebelum nanti bayang-bayang rindu ini singgah di penumbra. Tempat penantian sudah kusiapkan. Adalah di bawah pohon rindang yang beralaskan permadani purnama. Saat kau datang, ia akan bersinar. Saat kau pergi, ia akan mengejarmu.

Di sebelah kiri pohon juga kusiapkan 3 batu bulat. Batu pertama untuk melempar sepi, batu kedua untuk membakar gundah, dan batu ketiga untuk mengusir kata tunggu. Kuakui, aku tak mau membiarkan sang tunggu bertamu hingga larut. Nanti mendung malah menjulang.

Kukatakan, kamu jangan lama-lama ya. Nanti batu itu tenggelam bersama tangisan bumi. Aku sudah lelah mencarinya, dan aku juga sudah penat meracik kata tunggu. Seadanya saja. Ini, bingkisan kata tunggu. Kupersembahkan kepadamu, dengan setulus hatiku.

Salam.
Ozy V. Alandika

Posting Komentar untuk "Puisi - Bingkisan Kata Tunggu"