Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Selamat Tinggal Ramadan, Semoga Kita Bertemu Lagi Tahun Depan

Ramadan, semoga jumpa lagi. Gambar dari pikisuperstar via freepik.com

Selamat tinggal ramadan, selamat datang lebaran!

Tak disangka, waktu begitu cepat berlalu. Sadar atau tidak ternyata kita sudah sampai di penghujung bulan Ramadan. Rasanya 30 hari berpuasa sangatlah sebentar hingga tibalah kita pada hari raya Idul Fitri esok hari.

Ya, baru saja malam tadi pemerintah melalui Menag Fachrul Razi menyampaikan bahwa Sidang isbat secara bulat menyatakan bahwa 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada hari Ahad atau Minggu, 24 Maret 2020.

Penetapan Idul Fitri ini merupakan hasil sidang isbat yang dilakukan Kementerian Agama bersama sejumlah ulama, organisasi Islam, dan berbagai pemangku kepentingan. Baik hasil hisab maupun rukyatul hilal agaknya tetap berkesimpulan bahwa lebaran akan tiba esok hari.

Alhamdulilah, walaupun di tengah pandemi Covid-19 kita tetap bisa bersatu dalam kemenangan. 30 hari berpuasa sudah kita tempuh dengan kendaraan ibadah masing-masing.

Ada yang menggiatkan ibadah Tarawih tanpa putus, Baca Qur’an hingga berkali-kali khatam, dan ada pula yang berusaha untuk bertahajud di setiap malamnya.

Sebagian masyarakat yang masih berada di zona hijau barangkali masih bisa beribadah di masjid, tapi semoga saja keadaan zona merah di daerah lain tidak menyurutkan umat muslim untuk meningkatkan kualitas ibadahnya di rumah.

Islam sejatinya memberikan kemudahan bagi setiap hamba muslim. Jika memang keadaannya dalam bahaya, jalan terbaik yang bisa ditempuh adalah memulai beribadah dari rumah. Bukannya membenci masjid melainkan tetap menautkan hati kepada masjid.

Semua demi keamanan, ketentraman, serta keselamatan semua orang. Terang saja, corona bisa menyerang siapa saja dan kita tak pernah tahu siapa-siapa saja yang menyebarkannya. Maka dari itulah Islam memberikan keringanan untuk melakukan ibadah dari rumah.

Meski demikian adanya, tetap saja hari ini kita mesti mengucapkan selamat tinggal ramadan. Rasa-rasanya, dengan waktu yang singkat ini ibadah kita belum sampai pada porsi maksimal.

Ya, di awal-awal ramadan mungkin kita begitu kuat dan semangat. Tapi menjelang akhir? Ada-ada saja kemalasan, dan ada-ada saja kebosanan dalam beribadah. Di hari itu mungkin kita tidak menyadari dengan sepenuhnya, tapi di hari akhir ramadan, barulah kita sadar.

Penyesalan memang demikian, selalu saja datang terlambat. Penyesalan selalu datang di ujung hari di mana kita belum tentu bisa mengulanginya di tahun depan. Hemm, semoga saja kita masih punya kesempatan.

Ramadan, Semoga Kita Bertemu Lagi Tahun Depan


Gambar dari Freepik.com
Umur bumi sampai kapan, kita tak pernah tahu. Umur diri sampai kapan, kita juga tak pernah tahu. Apalagi tentang kiamat, itu adalah kuasa penuh Allah Sang Pencipta. Hanya saja, kita selalu boleh berharap, kan?

Ya, setelah sampai di akhir ramadan mulailah terasa bahwa ibadah yang kita lakukan begitu kurang dan kurang. Apalagi dengan mewabahnya virus corona, ibadah yang seharusnya bisa dilakukan di masjid jadi berpindah ke rumah.

Cukup sedih kiranya, bahkan tidak sedikit orang-orang yang tak mau menerima fakta yang demikian.

Baca Juga: Begini Strategi Dagang Ala Nabi Muhammad, Untungnya Besar!

Maka dari itulah kita selalu punya harapan dan doa bahwa semoga saja tahun depan kita bisa berjumpa dengan bulan ramadan. Yang tahun ini sendiri, semoga saja di ramadan tahun depan bisa mendapatkan kekasih halal. Yang belum punya anak, semoga dikaruniai dengan segera.

Di hari ini dan besok, harapannya diri kita menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa benar-benar menang melawan nafsu. Inilah sejatinya tujuan puasa, yaitu mencapai derajat takwa. Semoga saja amalan kita di bulan puasa tahun ini diterima oleh Allah SWT.

Terakhir, kita masih punya harapan yang sejak awal tahun selalu digaungkan. Ya, ini terkait virus corona. Menimbang besarnya angka kasus positif yang terkonfirmasi di setiap harinya, sebenarnya kita cukup gelisah dan was-was.

Masyarakat pun terpecah-belah karena ada yang taat dan ada yang melanggar kebijakan pemerintah. Untuk sementara ini, tak mengapalah. Semoga saja yang belum ngeh dengan dengan wabah ini bisa segera sadar dan mulai menata kepeduliaannya.

Gambar dari pikisuperstar via Freepik.com
Kita selalu ingin agar virus ini berakhir sehingga kehidupan bisa kembali normal. Maka dari itu, marilah kita sama-sama berusaha, berjuang, dan berdoa setulusnya. Semoga kesepian ini tidak mengurangi semangat Idul Fitri.

Salam. 
Admin Baik Itu Sederhana mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Batin. Selamat menjalankan Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Posting Komentar untuk "Selamat Tinggal Ramadan, Semoga Kita Bertemu Lagi Tahun Depan"