Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa Nyamuk Suka “Nging-nging” di Telinga Kita?

Gambar oleh WikiImages dari Pixabay

Akhir-akhir ini saya cukup kesal dengan sepak terjang nyamuk-nyamuk yang mulai nakal. Padahal obat nyamuk sudah saya bakar, tapi nyamuknya masih sibuk nging-nging alias berdenging mencari telinga.

Sontak saja, sudah berpuluh kali saya tampar area wajah dekat telinga karena kesal dengan si nyamuk. Sekali-dua kali nyamuk berdenging di telinga, masih saya anggap wajar. Tapi jika sudah berkali-kali? Kuat dugaan, mungkin saya terlalu manis! Hahaha, bercanda, ya.

Tidak jarang, kelembutan hati seseorang bisa berubah jadi naik pitam hanya gara-gara nyamuk. Siapa yang tidak emosi jika serangga yang bernama ilmiah Culicidae ini seringkali menghantui kesepian dan kesenangan rebahan dalam kamar.

Ingin rasanya menyalahkan lubang angin, tapi apa iya gara-gara nyamuk kita malah berpikir tidak sehat? Hebatnya, nyamuk seakan lebih cerdas dari prakiraan kita. Coba kalau nyamuk singgahnya di tangan atau di betis, mudah saja kita tabok sampai ia jadi rata. 
Telaaapuuuuk!
Nyamuk mati, hati kita lega dan tidur kita jadi nyaman. Tapi kalau musim hujan sudah tiba, nyamuk malah tambah banyak dan beternak, sedangkan telinga kita Cuma dua saja. Siap-siap, Tlaaapuuuk! Sibuk tangan ini mencari bantal dan guling untuk menyelamatkan telinga.

Entah apa maunya nyamuk. Kalaupun nyamuk butuh darah untuk menunjang kehidupannya, mengapa tidak sedot darah dari sisi lain saja, ya kan? Telapak kaki misalnya, atau betis. Hehe, mungkin di daerah itu darahnya sepat-sepat asam kandis kali, ya!
Baca dikit: Siapa Lagi yang Menghianati Pengorbanan Kalau Bukan Hamba

Setelah diusut lebih jauh secara ilmiah, ternyata serangan nging-nging nyamuk ke telinga kita bukanlah tanpa dasar.

Menurut Dr Cameron Webb selaku ahli kedokteran entomologi dari University of Sydney dan NSW Health Pathology, nyamuk sering aktif dan berdenging di area sekitar kepala karena di sanalah karbondioksida dikeluarkan.

Artinya, nyamuk senang dengan suhu panas tubuh yang sejatinya berpusat pada daerah di sekitar kepala. Berarti, pakai baju hangat dan penutup kepala bukanlah solusi yang tepat, kan?

Gambar oleh Mohamed Nuzrath dari Pixabay

Agaknya memang seperti itu. Salah satu solusi yang disarankan oleh Dr Webb tadi adalah mengalirkan angin ke daerah atas kepala kita dengan menggunakan kipas angin. Semakin deras angin, semakin susah nyamuk mengepakkan sayapnya. Tapi, semakin mudah kita masuk angin. Hahaha

Selain itu, agaknya perilaku nyamuk berkeliling dan mondar-mandir di area kepala merupakan strategi untuk memastikan bahwa kita sudah tidur atau belum. Ya, nyamuk juga butuh keamanan dalam mengonsumsi darah, sama halnya dengan hewan-hewan lainnya.
Baca dikit: Dilema Nikah, Haruskah Bakti Anak Kepada Ibu Terhalang oleh Adat?

Belum selesai sampai di sana, ternyata nyamuk juga cenderung pilih-pilih dalam menetapkan mangsanya. Seperti halnya manusia yang suka mengkategorikan lawan jenis berdasarkan ganteng, cantik, sholeh serta sholehah, nyamuk pun demikian.

Hal ini tersimpul dari sebuah studi di jurnal PLOS ONE  2011 yang menerangkan bahwa pria dengan keragaman mikroba kulit yang lebih besar cenderung mendapatkan lebih sedikit gigitan nyamuk daripada pria dengan mikroba kulit yang kurang beragam.
Duh, tinggi juga ya seleranya si nyamuk nakal!

Untuk mengantisipasi serangan nyamuk lebih lanjut, agaknya kita perlu meningkatkan kebersihan diri, ruangan dan juga kebersihan area sekitar rumah. Apa lagi jika musim hujan sudah tiba, peluang nyamuk untuk menambah pasukan sangatlah besar.

Suka atau tidak disukai oleh nyamuk, semua orang akan diganggu oleh nyamuk. Maka dari itulah kita juga harus siap dari segi kebersihan. Tidak perlu terlalu banyak memakai olesan bahan-bahan kimia, tidak perlu pula berburu membunuh nyamuk secara berlebihan.

Andai ada suatu masa kita sudah bersih, kamar kita sudah bersih, rumah kita sudah bersih, tapi nyamuk masih menyerang, maka anggap saja itu sedekah. Dan, siapa tahu kita memang terlalu manis. Upss

Salam.

Posting Komentar untuk "Mengapa Nyamuk Suka “Nging-nging” di Telinga Kita?"