Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Begini Strategi Dagang Ala Nabi Muhammad, Untungnya Besar!

Dokumentasi para pedagang buah di Pasar Atas, Curup, Bengkulu. Foto: Ozy V. Alandika

Pedagang? Kita sama-sama tahu bahwa pedagang adalah salah satu pekerjaan yang mulia di muka bumi ini. Bahkan, Nabi Muhammad semasa kecilnya juga bekerja dan berjuang menebar kebaikan sebagai seorang pedagang.

Maka dari itulah kemudian muncul hadis yang berbunyi: “Sesungguhnya, sebaik-baiknya usaha adalah usaha perdagangan” Riwayat Baihaqi.

Jadi, berprofesi sebagai pedagang adalah salah satu perwujudan menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Tapi! Tentu harus dibarengi dengan kejujuran dalam timbangan, kehalalan pada barang jualan, serta benar-benar merupakan usaha dari keringat sendiri.

Hanya saja, walaupun sudah berusaha sedemikian kerasnya masih ada sebagian pedagang yang merasa pendapatannya kurang. Promosi sudah dilakukan, jujur sudah digaungkan, tapi masih saja untungnya sedikit sekali. Lalu, apa yang salah?

Ilustrasi pedagang makanan. Gambar oleh Volker Lekies dari Pixabay 
Sejatinya, kejujuran adalah strategi utama dalam berdagang. Kapanpun dan di manapun, orang yang jujur selalu dilimpahkan kebaikan oleh Allah dan kebaikan itu pula yang akan mengantarkan mereka ke surga.
Baca Juga: Sebenarnya,Jumlah Ayat dalam Al-Qur’an Itu 6666 atau 6236?

Tapi, kalau memang ingin untung jualan lebih banyak, maka boleh kita gunakan strategi dagang ala Nabi Muhammad seperti yang disampaikan oleh Ir. Adiwarman Azwar. Beliau menceritakan percakapan antara sahabat pedagang Madinah dengan Nabi Muhammad.

Para Pedagang:
“Ya Rasulullah, kami dalam berdagang sudah jujur tapi untungnya masih kecil. Sedangkan orang Yahudi untungnya besar. Padahal Barangnya sama.”

Nabi menjawab:
“Lah, kok bisa begitu? Kok bisa Yahudi untungnya besar?”

Para Pedagang menjawab:
“Kami mengikuti caramu Ya Rasul. Kami kalau jual barang 1kg ya 1 kg. Kalau 1 meter ya 1 meter. Sedangkan orang Yahudi jualannya suka curang dan tidak jujur dalam menakar timbangan. Makanya untung mereka besar.”

Nabi menjawab lagi:
“Nah, strategi jualan kalian salah! Besok-besok, kalau kalian jualan coba lebihkan sedikit. 1 kg lebihkan sedikit. 1 meter lebihkan sedikit.”

Atas saran tersebut, akhirnya para sahabat yang merupakan pedagang ini mulai menerapkan strategi ala Nabi. Dan ternyata? Para pembeli yang sebelumnya ramai mengunjungi pasar Yahudi, sekarang berpindah ke pasarnya orang Madinah.

Bermula dari omongan mulut ke mulut tentang melebihkan timbangan, akhirnya para pembeli tertarik memborong jualannya orang Madinah (Islam) karena ukuran 1 kg-nya lebih berat daripada ukuran 1 kg di pasar Yahudi. Inilah rahasia strategi pertama ala Nabi.

Strategi kedua? Secara tidak langsung, setiap kali para pedagang melebihkan timbangannya, setiap itu pula mereka sudah bershodaqoh. Bukankah bershodaqoh akan memancing barokah dari Allah. Nah, inilah poin penting seperti halnya yang tertuang dalam firman Allah:

“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” QS Al-Baqarah:265

Ada rahmat Allah yang bersiap untuk menghampiri orang-orang yang bersedekah secara tulus kepada-Nya, termasuklah dalam melebihkan timbangan saat berjualan. Selama ada kejujuran dan keikhlasan, selama itu pula Allah akan melipat-gandakan ganjaran dari besedekah.

No curang dalam timbangan. Gambar oleh Janine Bolon dari Pixabay 
Tapi, perlu diingat bahwasannya dalam berdagang kita tidak boleh curang. Jujur saja, ancaman orang-orang yang curang dalam mengurangi timbangan begitu mengerikan. Seperti yang tertuang dalam Firman Allah Surah Al-Muthafifin ayat 1-17:

1.      Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang
2.      (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi
3.      Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi
4.      Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan
5.      Pada suatu hari yang besar
6.      (Yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam
7.      Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin
8.      Tahukah kamu apakah sijjin itu
9.      (Ialah) kitab yang bertulis
10.  Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan
11.  (Yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan
12.  Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa
13.  Yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu
14.  Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka
15.  Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka
16.  Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka
17.  Kemudian, dikatakan (kepada mereka): "Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan"
Baca Lagi: Tagar “Indonesia Terserah” HarusnyaSudah Cukup untuk Menyadarkan Kita

Nauzubillah. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang tertulis dalam kitab Sijjin. Teruslah berusaha dan bekerja dengan cara yang halal, Semoga kita selalu berada dalam naungan iman dan islam sampai ajal menjemput.

Salam. Semoga bermanfaat.
Credit by Admin.

Posting Komentar untuk "Begini Strategi Dagang Ala Nabi Muhammad, Untungnya Besar!"