Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Alasan Logis Kenapa Kita Gak Perlu Pacaran Lagi (Tanpa Dalil)

Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay


What’s?

Pacaran?

Mungkin nenek moyang kita dulu belum mengerti dengan apa itu pacaran. Dengan susahnya mengarungi samudera kehidupan, mereka disibukkan dengan kegiatan bertahan hidup. Tapi, lebih mungkin lagi bahwa mereka memang tak mau mengenal tentang apa itu pacaran.

Berbeda halnya dengan hari ini, nuansa persepsi maupun gaya hidup jadi serba beda banget. Jika kita lemparkan kata pacaran, semua generasi milenial maupun generasi z pasti unjuk gigi saling tunjuk dan mengakui.

Semua kalangan umur seperti kena virus. Jangankan SMA, anak kelas 1 SD saja sudah tahu banget apa itu pacaran dan bagaimana harus bersikap dengan lawan jenis. Duh, keren. Sudah tahu gengsi aja. Padahal baca buku pun masih mengeja. Upss

Tapi jika terus ditilik secara logis, nyatanya pacaran lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. Mungkin tidak sedikit orang bersaksi bahwa dengan pacaran dirinya akan termotivasi serta punya semangat yang menggebu. Padahal, bisa saja itu cuma gombalan.

Gombalan tidak cukup untuk dijadikan alasan logis mengapa seseorang harus pacaran. Terang saja, kata-kata indah kadang tidak bertahan lama. Ada masanya kata itu harus expired dan terbuang gara-gara sakit hati. Atau, ketahuan punya pacar simpanan!

Sakit kan, kalau ketahuan? Belum diulas saja sudah muncul alasan logis mengapa kita tak perlu pacaran. Mau dilanjutin? Baiklah. Berikut ini adalah beberapa alasan logisnya:

Pertama, Buang-buang Waktu dan Biaya

pixabay.com

Sebenarnya, waktu hidup di dunia ini terlalu sayang jika kita habiskan untuk hal-hal yang tak berguna. Termasuklah di dalamnya, pacaran. Mengapa? Keluyuan sana-sini, janjian di malam Kamis dan malam Minggu, terus si pacar ngambek di tengah jalan.

Perlu waktu lama untuk mengembalikan mood pacar, mungkin tidak akan cukup satu hari. Uang sudah habis untuk beli tiket nonton, beli es krim, dan isi minyak. Eh, pacar malah ngambek.

Kalau sudah nikah ya enak. Walaupun pasangan ngambek, dibelai rambutnya sekali-dua kali toh langsung jatuh cinta lagi. Tapi kalau masih pacaran? Ya, no belai-belai donk! Hohoho

Lebih mendingan jika waktu tadi dipakai untuk menggeluti hobi. Olahraga misalnya, kan lebih sehat fisik dan rohani kita. Hati juga demikian, enakan ajak yang sehat-sehat dan menyehatkan.

Kedua, Banyak Janji Imitasi

pixabay.com

Emas imitasi, mungkin bisa ditukar ke toko untuk dapat yang asli. Tapi kalau perasannya imitasi, mau tukar ke mana? Apakah sudah ada toko yang mampu mendeteksi keaslian perasaan dan ungkapan janji?

Ada! Tapi mungkin cuma satu yaitu pernyataan janji di depan penghulu sewaktu akad nikah. Uhh, so sweet banget. Yang jadi pertanyaan, apakah sang pacar berani demikian? Mungkin ada yang berani, tapi boong. Hahaha

Sanggupnya hanya menuangkan janji-janji imitasi berupa ungkapan gombalan yang kemudian akan basi sendiri, seiring dengan ditemukannya sosok calon pacar baru. Namanya juga cinta monyet, sedikit bahagianya, banyak gombalnya, dan banyak pula kepalsuannya.

Ketiga, Mengacaukan Rutinitas

pixabay.com

Yang tidak dapat terhindarkan dari kegiatan pacaran adalah rusaknya rutinitas harian seseorang. Ya, orientasi atas kepentingan pribadi bisa jadi akan berpindah prioritasnya ke pacar. Apalagi jika pacarnya sarat akan perhatian. Bisa repot, jangan-jangan tiap hari harus kontak.

Gak seru kan jika kita yang dulunya baik, rajin, gesit, dan mampu memanajemen waktu dengan rutinitas kebaikan harus dikacaukan oleh kegiatan pacaran? Enak kalo jadi dan langsung nikah, kalo enggak jadi nih yang repot. Adakah yang mampu menampung air mata? Uhhhh
Baca Juga: Puisi – Samudera Hidayah

Bagaimana, jadi semakin logis kan? Maka dari itu, tata ulang kehidupan dan alam pikirmu untuk melanjutkan pacaran. Kalo mau yang pasti, tinggal datangi aja. Toh gak repot! Josss, mari hiasi kehidupan ini dengan kegiatan-kegiatan yang positif.

Salam.

Posting Komentar untuk "3 Alasan Logis Kenapa Kita Gak Perlu Pacaran Lagi (Tanpa Dalil)"