Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tepis Corona, Maksimalkan Sya’ban dan Sambutlah Ramadhan dengan Sukacita

Diolah dari Pixabay


Tidak terkira, sudah satu bulan pandemi Covid-19 menghantui dunia, begitu pula Indonesia. Setiap hari, ada ratusan kasus yang bertambah ruah. Jelas saja ini memusingkan dan menambah segenggam kepanikan umat.

Tambah lagi, provinsi yang kemarin masih berjudul Zona Hijau hari ini sudah berganti Zona Merah. Pasiennya tiba-tiba saja terdaulat positif Covid-19 dan kemudian meninggal. Bagaimana warga Bengkulu tidak terkejut.

Yang lebih membuat kita terkejut adalah, per tanggal 01 April 2020 negeri ini sudah memiliki kasus positif corona sebanyak 1.528. 81 di antaranya sembuh, dan 136 sisanya meninggal dunia. Data ini sudah cukup membuktikan betapa ngeri dan berbahayanya virus corona.

Itulah kemudian yang menjadi dasar dari tindakan pencegahan semua jajaran provinsi. Mulai dari berbagi masker, menggiatkan cara hidup sehat, dan melakukan penyemprotan disinfektan.

Selain itu, resepsi pernikahan sudah dilarang, sholat berjamaah di masjid sudah dilarang di sebagian besar wilayah terdampak, serta kegiatan-kegiatan lainnya yang mengakibatkan kerumuman.
Baca juga: Tak Usah Terlalu Takut denganCorona, Takutlah dengan Pemahaman Bid’ah yang Salah 



Terang saja, kita segera ingin badai kengerian ini segera berlalu. Jika saja dihitung, ternyata Ramadhan akan kita datangi hanya sekitat 3 minggu lagi. Berarti sekarang, kita sudah duduk di bulan Sya’ban sembari berharap bisa menyambut Ramadhan dengan keceriaan.

Sholat Tarawih berjamaah, berbuka bersama, takbir menyambut ramadhan, tadarusan, hingga kultum Ramadhan, siapa yang tidak senang dengan masa-masa kerinduan ini. Biarpun kadang anak-anak sukanya main petasan, tapi itu tidak mengusik keceriaan bulan Ramadhan.

Tapi, tunggu dulu! Karena saat ini kita masih berdiam di bulan Sya’ban, ada baiknya kita terus bermunajat doa dan memperbanyak amal ibadah. Selain untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan, kita juga berusaha memantapkan diri dalam taqwa.

Perbanyak Amalan di Bulan Sya’ban

Illustrated by Pixabay

Hari ini sudah tanggal 01 April 2020, berarti kita sudah nongkrong di tanggal 7 dalam bulan Sya’ban. Seperti yang tercantum di banyak bahan-bahan literasi, Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal saleh seseorang. Karena itu, sangatlah baik jika memanfaatkan momentum ini.

Sejenak, kita bisa bersandar pada hadis Nabi:
“Dari Usamah bin Zaid ra berkata, aku bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasulullah SAW, aku tidak melihatmu berpuasa sunnah di bulan-bulan lainnya (sebanyak) engkau berpuasa di bulan sya’ban?’ Beliau bersabda, ‘Ia merupakan bulan yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia, yaitu antara rajab dan ramadhan. Dan sya’ban merupakan bulan diangkatnya amal perbuatan manusia kepada Allah SWT, dan aku ingin ketika amalku diangkat dan dilaporkan kepada Allah, aku dalam keadaan berpuasa.’ (HR. Nasa’i)

Dari hadis ini, ada titah bahwa Nabi Muhammad SAW seakan mengajak langsung kepada kita umat muslim untuk menambah amalan-amalan di bulan Sya’ban. Sedangkan amalan yang Rasul contoh langsung, adalah berpuasa Sunnah.

Bila dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, Rasul lebih menggiatkan puasa Sunnah di bulan Sya’ban. Secara konseptual, puasa ini ditujukan untuk melatih kesiapan seseorang dalam menghadapi bulan suci Ramadhan.

Tapi, jika ditilik secara mendalam, ternyata Rasul sendiri begitu memuliakan bulan Sya’ban. Ada beberapa istilah untuk mengungkapkan kemuliaan bulan Sya’ban. Pertama, Lailat al-Baraa yang berarti Malam Pengampunan Dosa. Kedua, Lailat al-Du'a yaitu Malam Berdoa.

Di bulan ini, tepatnya pada tanggal 08 malam samapi 09 April 2020 nanti akan kita jumpai malam Nisfu Sya’ban.

illustrated by Pixabay

Malam itu adalah malam yang mulia di mana ulama menyebutnya sebagai malam pengampunan dosa. Menurut UAS, andai di malam itu ada orang bersujud dan bertobat mohon ampun, maka akan Allah ampuni dosanya, kecuali jika orang itu musyrik dan bermusuhan.

Lagi, jika kita kembali menilik perilaku Nabi Muhammad SAW di bulan Sya’ban, ternyata hal ini merupakan pengingat bagi kita semua. Terang saja, karena bulan Sya’ban dijepit oleh bulan Rajab dan Ramadhan orang sering lalai dan lupa untuk memperbanyak amal.

Mungkin di bulan-bulan biasa seseorang lebih banyak berpuasa, lebih banyak sedekah, tapi di bulan Sya’ban mereka lupa dan mengurangi kebiasaan amal baiknya. Di satu sisi, ini kerugian dan di sisi lain orang tadi sangatlah rugi.

Lalu, apakah amalan di bulan Sya’ban hanya tentang berpuasa saja? Tentu saja banyak amal-amal penting lainnya.
Baca Juga: Ditusuk Jarum Pentul Saja Nangisnya Seminggu, Apalagi Ditusuk Kepalanya!

Anas bin Malik mengemukakan bahwa bila telah memasuki bulan Sya’ban, maka kita diajak untuk lebih giat dalam membaca Al-Qur’an dan mengeluarkan zakat mal.

Ibnu Rajab Al-Hambali menambahkan, tujuannya adalah untuk menguatkan orang-orang yg lemah dan tidak mampu agar mereka bahagia dan siap menyongsong datangnya bulan Ramadhan.

Lagi-lagi ini penting dan krusial, karena sekarang Indonesia sedang mengalami krisis moneter setelah diterjang Covid-19. Mungkin krisis ini tidak dialami oleh mereka yang banyak harta, tapi bagi perantau, pekerta tidak tetap hingga pekerja pabrik mereka malah pontang-panting.

Banyak pabrik dan perusahaan tutup sehingga mayoritas pekerja serabutan mati-matian mempertahankan hidupnya. Padahal, sekarang sudah bulan Sya’ban, mereka malah kesusahan mencukupi kebutuhan hidup untuk menyambut Ramadhan.

Begitu prihatin rasanya kita. Maka dari itulah, zakat, sedekah, infak dan bantuan-bantuan lainnya sangat penting untuk kita berikan kepada mereka yang membutuhkan. Momentumnya ada, yaitu bulan  Sya’ban dan semoga ini jadi peluang amal yang besar bagi kita semua.

Sambutlah Ramadhan dengan Sukacita

illustrated by Pixabay

Walaupun dirundung badai coronavirus, agaknya kita tetap harus berbesar hati dan menerima bahwa kedukaan ini adalah salah satu bagian dari ujian Allah. Menerima dengan lapang dada sembari berjuang untuk memperbanyak amal-amal saleh adalah jalan terbaik daripada keluh.

Terang saja, tidak sedikit orang di luar sana yang malah mencaci virus corona, menghina ulama, takabur berlebihan, bahkan sampai menghujat Tuhan karena kesusahan yang dialami.

Tidak hanya sampai di situ, beberapa orang pula memanfaatkan kesusahan ini untuk kepentingan politik dan keuntungan pribadi. Lihat saja, sudah berapa banyak berita penimbunan masker dan penjualan hand sanitizer palsu. Ini sungguhlah keterlaluan.

Semoga kita tidak termasuk salah satu dari mereka. Ini bulan Sya’ban, semestinya kita memperbaiki dan memperbanyak amal. Bisa dengan membagi masker, tidak memborong sembako di toko, serta mulai banyak memberi sedekah kepada fakir miskin.
Baca Juga: MengaduKepada Allah Saja, Karena Gelas yang Tertuang “Air Panas” Mudah Pecah!



Selain itu, kembali untuk menyikapi Covid-19 kita juga perlu berhemat. Berhemat juga merupakan salah satu bentuk solidaritas kita terhadap orang-orang yang sedang membutuhkan.

Jujur saja, banyak orang di luar sana yang hanya mampu membeli gula pasir seperempat kilogram. Begitu pula dengan beras, minyak dan sembako lainnya. Maknanya, jangan pula kita habiskan barang-barang langka nan mahal ini untuk kepentingan pribadi, sedangkan kita mampu.

Kasihan dengan mereka yang saat ini kerja hingga berdarah-darah hanya untuk mencukupi kebutuhan hariannya. Untuk persiapan sembako di bulan Ramadhan, mungkin mereka belum terpikirkan, bahkan sama sekali. Maka darinya, marilah kita mulai berhemat.

Terakhir, hingga hari ini kita dan pemerintah terus berupaya untuk menepis corona dari bumi pertiwi. Maka darinya, dukunglah pemerintah sepenuhnya. Jangan pula berjalan beda jalur dan memancing corona untuk bersemayam di Indonesia.

Belajar dari rumah, kita ikuti. Bekerja dari rumah, kita usahakan. Hidup bersih dan cuci tangan, kita berlakukan. Dukung semua, agar kita bisa terbebas dari pandemi mengerikan ini.

Semoga, kita semua diberikan kesempatan umur untuk sama-sama menginjak bulan Ramadhan yang tinggal beberapa waktu lagi. Sama-sama kita sambut dengan sukacita. Marilah kita berdoa:

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)


Salam.

(Ingin Request Artikel kekinian? Contact Me)

Posting Komentar untuk "Tepis Corona, Maksimalkan Sya’ban dan Sambutlah Ramadhan dengan Sukacita"