Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kadang, Seseorang yang Terlihat Indah Hanya untuk Dikagumi dalam Diam

Gambar oleh Sasin Tipchai dari Pixabay 

Dalam perjalanan mengarungi kehidupan, rasanya kita sudah sering berjumpa orang-orang yang terlihat indah. Tak hanya sekadar indah, kehadirannya di depan pandangan mampu membuat hati menggelora dan kagum luar biasa.

Entah itu karena kegantengannya, kecantikannya, aura yang luar biasanya, atau pun sikap lembut bombastinya, semua itu mampu membuat hati ini membuncah. Rasanya ingin ingat lagi, ingin bertemu lagi, dan berharap ada kelanjutan kisah yang indah.

Lalu, sampai kapan rasa itu akan bertahan?

Bisa jadi sampai ada kata jadian, sampai ada momentum baru untuk bisa berdekatan, atau sampai seseorang jumpa dengan yang baru. Duuuuh!

Yang jelas, rasa yang benar-benar nyata saat kita mengagumi keindahan seseorang adalah semangat dan motivasi yang bertumbuh-tumbuh. Perasaan yang kuat untuk berjumpa di hari kemudian memacu diri agar menjadi lebih sempurna menurut kata hati.

Akan beruntung kiranya jika kita hanya kenal seseorang yang indah itu sebatas hanya lewat. 2-3 hari, kekaguman mungkin akan terlupa dan kita sudah berada di kisah yang lain. Tapi, jika keindahan itu terus berlanjut sampai minta nomor WA dan nama akun Medsos, maka bersiaplah!

Pilihannya ada 3. Pertama, seorang yang indah tadi mau kenalan dan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan kita. Kedua, seorang yang indah tadi akan jadi jodoh kita. Dan ketiga, seorang yang indah tadi sudah dan akan dimiliki oleh orang lain.

Agaknya, pilihan pertama dan kedua adalah harapan kita. Tapi, bagaimana jika kisah yang menjadi kenyataan adalah pilihan ketiga? Jika terlalu kagum akan keindahan, mungkin sakit yang diderita juga akan mendalam, lebih dalam dari tempat tinggalnya ikan paus. Hahaha

Ada yang Berjodoh, Ada yang Hadir Hanya untuk Dikagumi dalam Diam

Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay 
Dalam hidup, ada yang harus kita perjuangkan dan ada yang harus kita relakan. Ikhtiar alias usaha itu sangat penting, apalagi di dunia percintaan. Selama oksigen masih di kandung paru-paru dan surat undangan belum diterima, maka selama itu pula pintu perjuangan terbuka.

Apapun caranya, selagi baik dan niat yang digotong adalah murni untuk kebaikan, maka tak ada kata menyerah. Jika berhasil dan berjodoh maka lelah, lesu serta keringat akan dibayarkan di akhir kisah.

Namun, ada kalanya takdir mau berbicara lain. Sesuatu yang sangat kita inginkan malah tidak dapat kita wujudkan, walau dengan perjuangan tumpah-darah-keringat sekalipun. Kita suka, dan seorang yang terindah tadi juga suka. Tapi.... Takdir berkata, “kalian tidak berjodoh!”

Surat cinta, mampu kita balas. Surat dari calon mertua, mampu kita urus. Tapi surat dari Tuhan yang berisikan takdir, rasanya tak mampu kita apa-apakan kecuali diterima dengan lapang dada.

Tak kuasa memang, tapi Tuhan masih izinkan kita untuk mengagumi. Tuhan masih izinkan kita untuk melihat sosok yang menurut kita terindah tadi dari jauh, walaupun secara nyata tiada lagi jalan untuk kita bisa bersamanya.

Meski begitu, pertanyaan yang kemudian muncul di benak dan butuh jawaban kepastian adalah:

“Sampai kapan mau mengejar sosok terindah yang jelas-jelas sudah bahagia dan akan dimiliki oleh orang lain?”

Rasanya, saya tidak perlu menjawabnya di sini. Silahkan jawab saja dari hati, siapa tahu jawaban itu malah akan menguatkan diri. Move on mulai hari ini, atau diam sejenak dengan teman suram bernama gundah.

Silahkan. Selamat menjawab, dan semoga Anda tidak tersesat dalam kerinduan yang buntu.

2 komentar untuk "Kadang, Seseorang yang Terlihat Indah Hanya untuk Dikagumi dalam Diam"