Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Puguh yang Niscaya

Illustrated by Pixabay


Di bawah kaki pegunungan rindu, aku menanti puguh
Kisahnya mungkin romansa, tapi lengkungan langit tak menampakkan nestapa
Saban hari

Dera, dekap, temaram hingga lelap bersandarkan rindu
Niscaya

Terangku
Aku tak ingin membiarkan kuda-kuda ini rimpuh
Hirap tak apa, tapi jangan masygul

Lagi, saat kau butuh puguh kutawarkan niscaya
Tapi tidak sekarang, janganlah mencabar seperti itu

Jelasku, ini buana
Saat kau puguh, kuwujudkan niscaya


Curup, 26 Maret 2020

Posting Komentar untuk "Puisi - Puguh yang Niscaya"