Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengadu Kepada Allah Saja, Karena Gelas yang Tertuang “Air Panas” Mudah Pecah!

Ilustrated by Pixabay
Hidup ini memang berat, hingga sudah banyak orang rela bunuh diri karena tidak sanggup menjalani hidup. Setiap hari dipenuhi dengan tantangan, keluh kesah, tontonan yang mengundang emosi, hingga kehadiran orang yang tidak dikehendaki.


Semuanya menghasilkan keluh, kesah, gundah dan duka sehingga tidak jarang beberapa orang suka mencari teman cerita untuk menuntaskan kejenuhan hidup.

Apakah itu tentang cinta, dan ke manakah dia pergi? 
Apakah itu tentang harta, dan ke manakah dia harus dicari? 
Apakah itu tentang kedudukan, dan ke manakah dia bisa diraih?
Apakah itu tentang harapan, dan kapan dia bisa diwujudkan?

Masing-masing darinya kadang tidak mampu digeluti sendiri hingga butuhlah seorang penguat.

Tidak harus banyak motivasi, jika ada yang mendengarkan hingga tuntas saja hati ini sudah plong.

Namun, yang namanya aduan biasanya bukanlah tentang hal-hal ringan dan sepele. Aduan kepada teman curhat tidak jauh-jauh dari kegelisahan dan rahasia hingga penulis sebut itu sebagai “air panas”.

Teman curhat agaknya juga begitu. Siapapun dia, apapun profesinya, dan setinggi apapun kedudukannya tetap saja mereka punya mulut.

Saat mulut terbuka, air liur bisa berjatuhan ke mana saja alias share aduan kepada orang lain. Kesempatan itu ada, dan terbuka lebar. Maka darinya penulis ibaratkan teman curhat seperti sebuah gelas kaca.

Gelas yang Tertuang “Air Panas” Mudah Pecah!

Gelas kaca, kadang sangat bening rupanya. Apapun isi di dalamnya bisa terlihat walau hanya sedetik kedipan mata. Setiap gelasnya bisa dituangkan kopi, gula, teh, susu, garam, coklat, capuccino dan lain sebagainya.

Setiap gelas juga mampu menahan dan terisi oleh air panas. Namun, adakalanya air panas itu bisa memecahkan gelas dan menjadikannya butiran-butiran kaca yang melukai.

Sejalan dengan ini, kiranya aduan kegelisahan dan omelan juga bisa diibaratkan sebagai air panas yang suatu saat akan menghancurkan sebuah gelas. Jika sudah pecah?

Akibatnya tentu saja apapun aduan dan rahasia seseorang akan tersebarluaskan dan malah jadi hinaan di muka umum. Inilah bahayanya curhat. Bukan menyalahkan, tapi lagi-lagi jangan sampai salah dalam memilihnya.

Sebaiknya, Mengadu Kepada Allah Saja
ilustrated by Pixabay

Sebaik-baiknya manusia, ada saatnya mereka begitu mengecewakan. Hal ini tidak terpungkiri, bahkan tidak tersanggahkan oleh dalil apapun. Sudah dari sejak dulunya manusia itu adalah biang dan tempatnya salah dan kecewa.

Ini sekaligus jadi teguran kepada sesamanya agar jangan terlalu berharap kepada manusia. Janji saja bisa diingkarinya, apalagi sekadar harapan? 

Kesetiaan bisa saja dikhianatinya, apalagi sekadar impian? Jika sudah berharap, maka siap-siaplah untuk sakit.

Maka dari itulah, sebaiknya setiap insan dan hamba mengadukan seluruh kegelisahan, kekesalan dan kesedihan kepada Allah saja. Allah adalah satu-satunya tempat mengadu yang tidak akan pernah mengecewakan.

Sejenak, mari kita renungkan ayat berikut:
قَالَ إِنَّمَآ أَشۡكُواْ بَثِّي وَحُزۡنِيٓ إِلَى ٱللَّهِ وَأَعۡلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ٨٦

Ya´qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya". QS Yusuf ayat 86

Sejatinya, selalu mengadu apapun kegelisahan dan kesedihan hanya kepada Allah merupakan bentuk perwujudan dari akidah yang benar. Bukan malah terlalu mengumbar aduan kepada sesama manusia atau malah posting kegelisahan di Medsos.

Terang saja, di Medsos postingan sedih saja bisa disukai dan ditertawakan. Apakah yang memosting tidak malah tambah kecewa? Jika punya hati, pasti sangat mengecewakan dan postingan itu segera dihapus, kan? Hahaha

Lagi-lagi kegelisahan, kekecewaan, dan kesedihan itu merupakan bagian dari perjalanan hidup. Jika saja ikhlas menghadapinya, maka sudah Allah hadirkan pahala yang berlipat ganda.

Hadirnya hal-hal menyakitkan sejatinya akan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Dan, semoga setiap detiknya kita makin dekat, makin taat, serta selalu ingat kepada Allah SWT.

Salam.

Posting Komentar untuk "Mengadu Kepada Allah Saja, Karena Gelas yang Tertuang “Air Panas” Mudah Pecah!"