Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi - Lapar Rasa

www.pixabay.com

Saat duduk di genangan lamun, serasa ada yang memanggil 
Bunyinya keliar-keliur merayau. Aku bingung mau berpegang di sebelah mana 
Dia terus memanggil karena tahu aku sedang tidak bertuan. 
Panggilannya begitu garau.


Ah sudahlah! 
Kukira itu hanya fatamorgana yang bergaung dan memantul di sekitaran perut


Kupegang perut, bunyi itu berpindah ke serambi kiri
kupegang jantung, bunyi itu bergeser ke ginjal sebelah
kupegang perut dan jantung, tiba-tiba bunyi itu keluar
Ia berlari ke depan pandanganku


Aku menatap, lalu ia bersembunyi di balik bunga teratai
Aku mendekat, lalu ia bersingkap di dekat bunga rampai
Aku mengejar, lalu ia bernaung di dekat tangkai
Ya, tangkai tak bertuan


Sejenak terdiam, dan aku mulai peka
Ternyata aku sedang lapar rasa

Posting Komentar untuk "Puisi - Lapar Rasa"