Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perempuan Itu Sederhana, yang Rumit Itu Mood-nya

www.pixabay.com

Bersahaja, itulah ciri utama perempuan. Mereka begitu sederhana dengan berbongkah-bongkah perasaan lembutnya. Jujur saja, kelembutan itu mudah tersebar kepada siapapun yang menyapanya. Dari sana, bersinarlah kecantikan yang berawal dari kelembutan.

Keinginan perempuan, awalnya juga sederhana. Awalnya ya, mereka tidak muluk-muluk dan terlalu memaksa ini itu untuk dipenuhi. Terang saja, saat hati berbalur dengan kelembutan perasaan, perempuan mudah untuk memaklumi, menerima, dan mengakui walaupun hanya tersirat.

Namun, dibalik kesederhanaannya itu, ternyata perempuan itu begitu rumit. Yang paling rumit adalah mood. Sekejap bisa sebegini, angin berlalu eh malah berubah sebegitu. Entah itu ungkapan kekesalan atau sekadar merajuk tiba-tiba saja mereka susah untuk ditebak.

Terlebih lagi saat chatting. Baik di Instagram, Facebook, maupun Twitter semuanya sama saja. Kadang permulaan chat begitu bahagia, banyak emoji senyum tertawa dan main mata, namun semenit kemudian? Malah jadi kisruh dan gejolak hati.

Ujungnya blokir kontak, dan minimal langsung posting status “sebal, kesal, jahat, tidak pengertian” dan serupanya. Sebenarnya yang kesal itu perempuan, atau malah laki-lakinya?

Hmm, tidak teman perempuan, sahabat, kekasih, atau calon rasanya sama saja. Malah lebih sederhana perempuan yang baru dikenal. Atau, jangan-jangan karena belum tampak belangnya? Dan di saat-saat itu, perempuan butuh pengertian?

Pengertian Juga Sederhana

Tidak berbeda dengan perempuan, sebenarnya pengertian juga sederhana. Berusaha untuk mengerti perempuan tidak serumit kelihatannya dan tidak sepanjang jalan Curup-Bengkulu bolak balik.

Terang saja, pengertian kadang hanya perlu diwujudkan dengan diam. Lah, daripada melayani perdebatan yang tak kunjung ending?

Di tempat makan misalnya. Sudah beli bakso, sudah makan dan sudah kenyang. Karena sejenak duduk dan rehat, sang perempuan ingin mengambil tisu. Tapi ternyata tisu itu kejauhan dan ia minta tolong kepada sang laki-laki untuk mengambilkannya.

Apa daya sang laki-laki, ia menolak dengan ekspresi kerut wajah seraya menoleh. Eh, sang perempuan merajuk dan segera ingin pulang. Mau tidak mau laki-laki berusaha menenangkan, sayangnya tak kunjung tenang.

Menjelang pulang, ribut. Sudah pulang, ribut. Esok hari, ribut. Bahkan, saat makan bersama setahun kemudian juga ribut? Apa coba, biar tidak ribut..... Menikah! Upppsss

Itulah ujung dari pengertian, yaitu sederhana. Ribut apapun, akan terdiam dengan cinta sepasang kekasih yang telah menikah. Tiada haru bertajuk duka, karena senyum siang malam sungguh menenangkan.

So, dekati akad dan jauhi kerumitan itu.

Salam

Posting Komentar untuk "Perempuan Itu Sederhana, yang Rumit Itu Mood-nya"